REPORTER: Ray Al Fathoni
KLIKSUMUT.COM | TAPANULI SELATAN – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, kembali menunjukkan komitmen sosialnya lewat program tahunan Operasi Katarak Gratis “Buka Mata Lihat Indahnya Dunia”. Tahun ini, program yang telah berjalan sejak 2011 itu menargetkan 1.400 mata dioperasi secara gratis, tersebar di lima rumah sakit di wilayah Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Pematangsiantar, dan Medan.
Operasi akan berlangsung dalam 17 sesi, dimulai dari RS Bhayangkara Batang Toru pada 26–28 September dan 3–5 Oktober, dilanjutkan di RSUD Pandan (17–19 Oktober), RSUD Sipirok (24–26 Oktober), RS Mata Siantar (21–23 November), dan ditutup di RS Mata Mencirim 77 Medan pada 29–30 November.
General Manager Operations & Deputy Director Operations PTAR, Rahmat Lubis, menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pra-sejahtera.
“Melalui operasi katarak, kami ingin membantu masyarakat mendapatkan kembali penglihatan mereka agar lebih produktif dan mandiri. Ini bukan hanya tentang melihat kembali, tapi juga mengembalikan harapan dan kemandirian,” ungkap Rahmat.
Hingga 2024, program ini telah membantu 10.684 orang dengan total 12.173 mata yang berhasil dioperasi. Pasien berasal dari berbagai penjuru Sumatra Utara, termasuk anak usia 8 bulan hingga lansia berusia 108 tahun.
Tahun ini, PTAR kembali menggandeng RS Mata Mencirim 77 Medan yang sudah berpengalaman dalam operasi katarak sejak 2005.
Senior Manager Community PTAR, Christine Pepah, menambahkan bahwa selain tindakan medis, PTAR juga menyelenggarakan Pekan Informasi Kesehatan Mata pada 22 Agustus di Sopo Daganak, Batang Toru.
“Kami ingin dampak yang berkelanjutan. Lewat edukasi dan pelatihan kepada tenaga kesehatan serta kader Posyandu, kami memastikan deteksi dini dan pencegahan katarak dilakukan di tingkat komunitas,” jelas Christine.
Direktur RS Mata Mencirim 77 Medan, dr. Syarifuddin A., Sp.M, menjelaskan bahwa operasi menggunakan metode Manual Small Incision Cataract Surgery yang hanya memakan waktu 10–15 menit dan masa pemulihan sekitar 1 bulan.
Gejala katarak, lanjutnya, meliputi pandangan kabur, silau saat melihat cahaya, hingga objek yang tampak ganda. Faktor risiko seperti usia lanjut dan paparan sinar matahari yang berlebihan juga berkontribusi terhadap berkembangnya penyakit ini.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Umar Siregar, warga Silandit, Padangsidimpuan, yang menderita katarak selama 15 tahun. Ia menjalani operasi katarak gratis PTAR pada 2024 di Batangtoru.
BACA JUGA:Ratusan Masyarakat dan Lansia Ikuti Pemeriksaan Mata dan Operasi Katarak Gratis PTAR
“Selama 15 tahun saya kehilangan banyak hal, tapi berkat program ini, saya merasa seperti lahir kembali. Kini saya bisa melihat, berkegiatan sendiri, bahkan mengendarai sepeda motor. Terima kasih PT Agincourt Resources,” tuturnya haru.
Program operasi katarak gratis ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-3, yakni menjamin kehidupan sehat dan kesejahteraan bagi seluruh penduduk semua usia.
Bagi PTAR, membuka mata masyarakat bukan sekadar tindakan medis, tetapi membuka masa depan yang lebih cerah dan baik bagi individu, keluarga, hingga komunitas di sekitarnya. (KSC)








