PSMS Jawara Edy Rahmayadi Cup 2022

MEDAN | kliksumut.com – Tim berjulukan “The Killer” PSMS Medan menasbihkan diri sebagai jawara dalam Turnamen Edy Rahmayadi Cup 2022.Hasil positif tersebut diraih setelah PSMS berhasil mengalahkan Karo United dengan skor 1-0 pada laga final di Stadion Teladan, Jumat (29/7/2022) malam.

Gol semata wayang pada pertandingan tersebut terjadi pada babak pertama tepatnya menit 23 lewat gol sang kapten, Joko Susilo.

BACA JUGA: PSMS Melaju Final Edy Rahmayadi Cup

Pada babak kedua tidak ada gol tercipta, namun laga berlangsung sengit. Terlebih Karo United diwarnai kartu merah pada menit 47.

Pemain Karo United protes mengerumuni wasit, karena tak terima kartu merah yang diterima Maulana Khalidi usai menyundul dengan sengaja bek PSMS, Joko Susilo di dekat kotak penalti.

Menit ke-50 tendangan pemain Karo United, Ichlasul Qadri nyaris menyamakan kedudukan.
Sayangan tendangan jarak jauh yang dilesakkannya jatuh tipis di samping gawang PSMS Medan yang dijaga Abdul Rohim.

Menit 53 serangan balik Karo mebahayakan PSMS. Tapi, tendangan sudut disambut bola jatuh di atas mistar.

Pada menit 55, Pelatih PSMS, I Putu Gede menarik dua pemain sekaligus, Ahmad Bustomi dan Ricat Turnip, lalu memasukkan Beni Oktovianto dan Iman Budi.

Meski hanya 10 pemain, skuat Karo United berhasil berkali-kali menusuk pertahanan PSMS.

Menit ke-60, PSMS mencoba menyerang dari sisi kanan lapangan. Namun bola dimentahkan dan tendangam sudut yang diberikan ditendang ke tengah. Ichsan yang mengeksekusi bola jauh di atas gawang.

Menit ke-62, Karo United mengeluarkan Ichlasul Qadri dan memasukkan Faisal Ramadoni. Selanjutnya, menit 64 Karo United kembali mengganti pemainnya Rian Ramadan keluar dan masuk Maidusri.

Berikutnya menit ke-68, Karo United mendapat kesempatan emas lewat tendangan jarak jauh. Sayang, tendangangan pemainnya yang tepat menghujam tengah gawang PSMS berhasil ditepis Abdul Rohim.

Menit 74, Karo United mendapat tendangan bebas, Kardinata Tarigan yang mengeksekusi belum mampu menjebol gawang PSMS, karena bola melambung di atas mistar gawang.

Pada menit ke 79, PSMS mendapat peluang emas lewat umpan di daerah kotak penalti sayang tendangannya masih terlalu lemah.

Menit 80, PSMS menarik dua pemain Didik Sasongko dan Muhammad Krisna lalu memasukkan Arif Suryono dan Suandi. Menit 84 pemain Karo United Irfan cedera digantikan Naufal Alfiris.

Dua menit kemudian Karo memasukkan Farel Akbar menarik Rahma Nico. Pada menit ke-87, Karo United membuang peluang menyamakan kedudukan, saat Faisal Ramadoni lepas dari penjagaan bek PSMS melepaskan tendangan kerasnya tapi meleset di sisi kiri gawang.

Menit injury time, PSMS memasukkan Nico Malau dan mengeluarkan Hamdi Sula. Namun, tak ada serangan yang berarti lagi terjadi.

Hingga peluit panjang wasit pertanda laga usai tetap dengan skor 1-0 untuk PSMS.

PSMS menjadi juara pertama dan Karo United sebagai jawara kedua serta PSAD sebagai juara tiga.

Hanya saja dalam laga partai puncak itu tak memuaskan pelatih PSMS Medan, I Putu Gede. Dirinya menilai performa anak asuhnya begitu antiklimaks, dibanding tiga laga yang telah dilakoni.

“Pertama bersyukur ya. Alhamdulillah. Hari ini kita bisa juara. Pemain berjuang luar biasa. Mulai dari awal luar biasa,” ujarnya.

“Di partai puncak kita antiklimaks. Banyak sekali terlihat kelemahan,” ucap Putu melanjutkan.

Hal ini diungkapkan Putu, lantaran melihat banyak kelemahan timnya di partai final Edy Rahmayadi Cup melawan Karo United. Dimana, PSMS sendiri menang 1-0 melawan 10 pemain Karo United.

Putu Gede bahkan menyebut mereka berhasil juara tak lebih karena faktor keberuntungan atau lucky.

“Memang antiklimaks, untungnya Karo United baru habis main kemarin (lawan PSDS di laga pamungkas babak penyisihan). Ini faktor luck aja di pertandingan tadi. Secara keseluruhan, secara permainan jauh dari ekspektasi, dari pertandingan pertama, kedua, ketiga anda bisa lihat. Ini PR juga buat saya,” tuturnya.

Putu juga bersyukur selama Edy Rahmayadi Cup 2022, timnya merasakan atmosfer laga seperti kompetisi.

“Yang patut saya senang ada tiga empat pertandingan atmosfernya seperti kompetisi, ini pengalaman buat pemain,” ucapnya lagi.

PSMS, lanjutnya, harus banyak berbenah jelang kompetisi. Karena selain Karo United dan PSDS yang nantinya jadi lawan di Liga 2, tim-tim rival lebih bagus juga banyak.

BACA JUGA: Memalukan, PSMS Kalah Dari Tim Amatir

“Masih panjang, ini belum apa-apa yang penting di kompetisi nanti. Juara ini hanya suatu keberuntungan saja. Lawan lawan kita bukan hanya ini, tim yang lebih bagus banyak,” katanya.

Menatap kompetisi sesungguhnya, PSMS masih akan menambah empat atau lima amunisi baru sesuai dengan kebutuhan tim.

Putu Gede juga tak lupa memuji tim lawan mereka di final Edy Rahmayadi Cup, Karo United.

“Sejak awal saya lebih suka final dengan Karo United. Mereka secara taktikal juga bagus, materi pemain juga merata. Antusias semangat di timnya juga bagus,” pungkasnya. (BNL)

Pos terkait