Politik Pilkada Medan, Sikap Partai Hanya Cari Keuntungan

Politik Pilkada Medan, Sikap Partai Hanya Cari Keuntungan
Waliyono, S.Sos
Politik Pilkada Medan, Sikap Partai Hanya Cari Keuntungan
Waliyono, S.Sos

MEDAN | kliksumut.com – Walau dimasa pandemi virus corona masih meraja rela di negeri Republik Indonesia, namun pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang diadakan secara serentak tetap akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020 yang akan datang.

Maka para Calon dan partai politik sedang melakukan penawaran atau menawarkan dirinya untuk dipinang atau mencari kandidat yang cocok untuk di usung nantinya.

Maka atas peristiwa meminang atau menawarkan dirinya untuk di usung atau mengusung, penulis menilai bahwa pilkada Medan yang akan ikut meramaikan pesta demokrasi ini. Menjadi pestanya orang-orang pusat untuk mengambil keuntungan atau ingin mencari muka kepada para penguasa negeri ini.

Baca juga : Medan Butuh Orang Yang Berguna dan Berbuat Yang Terbaik

Penulis mengambil contoh, saat ini di pilkada Kota Medan, akibat kandidat yang mempunyai pengaruh dengan para penguasa negeri ini. Para pengurus partai menjadi kocar-kacir untuk menggait si kandidat yang mempunyai pengaruh di negeri ini.

Bacaan Lainnya

Bahkan, Penulis melihat dan memperhatikan bahwa pengusung partai si penguasa belum mengambil sikap untuk mendukung siapa, sehingga kadernya yang juga seorang petahana harus mencari dukungan partai lain.

Maka partai tersebut hinga saat ini belum menentukan sikap untuk mendukung kadernya atau dari luar kader, namun hingga Ketua DPW-nya harus diturunkan dari pusat dan diserahkan pencalonan kepada Ketua tersebut.

Penulis juga melihat bahwa partai berlambangkan banteng moncong putih ini, yang belum menentukan sikapnya untuk pencalonan Pilkada Medan adalah akibat masih menghormati si penguasa negeri ini. Sehingga petahana mengambil sikap dan bergabung ke partai pesaing.

Namun, si calon dari penguasa negeri ini. Sudah didukung dengan beberapa partai, seperti partai G dengan Ketua Umumnya sempat menjadi rival politik di Pilpres dan menjadi salah satu Menteri-nya. Hingga partai G yang seharusnya cukup 20 persen atau 20 kursi mencalonkan sendiri, harus merelakan mengusung Calon dari seorang penguasa negeri ini dengan mencalonkan dari kadernya sebagai wakil.

Nah, apakah partai moncong putih sama dengan partai G untuk mengusung Calon dari seorang penguasa negeri ini?, kalaupun ia, maka hilanglah kader-kader partai yang sudah berjuang bersama partai, akibat dari salah seorang Calon dari seorang penguasa negeri ini.

Padahal penulis menilai, bahwa partai moncong putih juga bisa mengajukan calonnya sendiri, dan lebih baik mengajukan kadernya sendiri untuk di Pilkada yang akan datang.

Baca juga : Anak Muda Pilih PSI Untuk Mencaleg

Sehingga saat ini, yang sudah pasti maju untuk pilkada Medan menjadi Wali Kota Medan adalah Akhyar Nasution dan Bobby Nasution.

Bagaimana calon yang lain, apakah anda berminat? kita tunggu saja di pesta demokrasi pada tanggal 9 Desember 2020 nanti.. anda adalah penentunya? jangan salah pilih?.

Penulis : Waliyono, S.Sos
– Alumuni dan Pengamat Sosial dan Politik
– Mantan Caleg DPRD Tingkat I
– Pimpinan Umum kliksumut.com

Pos terkait