Polisi Dalami Kasus Pasutri Tewas di Jalan Binjai-Kuala Padang Brahrang: Keluarga Korban Menuntut Keadilan

Polisi Dalami Kasus Pasutri Tewas di Jalan Binjai-Kuala Padang Brahrang: Keluarga Korban Menuntut Keadilan
Kanit Laka Polres Binjai bersama tim lainnya dalami kasus kerumah duka korban lakalantas tewas ditempat dengan cara tragis. (Foto : kliksumut.com/Dody Ariandi)

REPORTER: Dody Ardiandi
EDITOR: Wali

KLIKSUMUT.COM | BINJAI – Insiden tragis kecelakaan lalu lintas di Jalan Binjai-Kuala, Padang Brahrang, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menelan korban jiwa pasangan suami istri (pasutri) pada Selasa (29/10/2024) sekitar pukul 13:24 WIB. Peristiwa memilukan ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sementara polisi masih mendalami penyebab dan pelaku di balik kecelakaan yang merenggut nyawa Hermanto Barus (59) dan istrinya, Rahmawita Br. Bangun (52).

Hermanto, seorang pekerja kebun, dan Rahmawita, yang bertugas sebagai tenaga gizi di Puskesmas Tanjung Langkat, tewas di lokasi kejadian dalam kondisi mengenaskan. Pasutri ini diketahui tinggal di Simpang Stabor, Gg. Buntu, Kecamatan Selesai. Setelah insiden, jenazah kedua korban langsung dibawa ke RSU Delia untuk pemeriksaan lanjutan dan dinyatakan meninggal di tempat.

BACA JUGA: Narkoba dan Pencurian Merajalela di Kota Binjai: Jemuran hingga Sepeda Motor Raib Digasak Maling

Kronologi Kecelakaan: Keluarga Mendapat Pesan dari Pelaku

Andre, anak korban, menyampaikan kepada wartawan bahwa ia menerima pesan WhatsApp dari Fadil, yang diduga pengemudi truk yang menabrak orang tuanya. Dalam pesan itu, Fadil menyatakan permohonan maaf kepada Andre dan keluarganya. “Maaf ya bg, saya kerabat Fadil, minta maaf telah menabrak orang tua abang, mohon maafnya,” tulis Fadil dalam pesan singkat tersebut.

Andre mencoba menghubungi Fadil melalui video call, namun tidak ada respon. Hingga saat ini, Fadil belum mendatangi rumah keluarga korban maupun menyerahkan diri ke pihak berwajib. Keluarga korban berharap agar pelaku segera menyerahkan diri dan proses hukum dapat berjalan dengan adil.

Diduga Truk Bermuatan Material Ilegal sebagai Penyebab Kecelakaan

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari rekaman CCTV di sekitar lokasi, diduga truk Isuzu ELF bermuatan material galian C ilegal terlibat dalam kecelakaan ini. Analisis waktu pada CCTV tampaknya sesuai dengan kronologi yang disampaikan saksi mata di sekitar lokasi kejadian. Polisi terus melakukan penyelidikan guna memastikan keterlibatan truk tersebut dalam peristiwa ini.

Polisi dan Warga Tanggapi Kecelakaan Maut di Jalan Binjai-Kuala

Kanit Laka Polres Binjai, H.J Ginting, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. “Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa keluarga ini,” ucapnya. Pihak keluarga korban juga berharap agar kasus ini segera terungkap dan pelaku dihukum sesuai hukum yang berlaku.

Di sisi lain, Putra, seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa Jalan Binjai-Kuala ini rawan kecelakaan dan sering kali memakan korban jiwa. “Jalan di sini tidak memiliki marka jalan dan minim penerangan, sehingga membahayakan pengguna jalan, terutama di malam hari,” ujar Putra. Menurutnya, sudah seharusnya marka jalan dan rambu-rambu lalu lintas dipasang di sepanjang jalur tersebut untuk mengurangi risiko kecelakaan. “Marka jalan adalah penanda penting yang mengatur lalu lintas, dan ini sudah diatur dalam Pasal 13 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 34 Tahun 2014,” tambahnya.

Putra juga menyoroti bahwa kurangnya penerangan dan petunjuk lalu lintas di lokasi kejadian turut menjadi faktor penyebab seringnya kecelakaan. Menurutnya, rambu-rambu sangat penting untuk memberi peringatan, larangan, maupun petunjuk bagi pengguna jalan, terutama di jalur yang padat kendaraan seperti Jalan Binjai-Kuala.

BACA JUGA: Polisi Selidiki Penemuan Mayat Kakek Tanpa Identitas di Aliran Sungai Mencirim, Binjai

Harapan Keluarga dan Masyarakat untuk Penanganan Kecelakaan di Jalan Rawan

Meningkatnya angka kecelakaan di Jalan Binjai-Kuala membuat masyarakat sekitar berharap agar pemerintah dan pihak terkait segera mengambil tindakan nyata untuk meningkatkan keselamatan di jalan tersebut. Keberadaan marka jalan, rambu-rambu lalu lintas, dan penerangan memadai sangat diperlukan guna menghindari terulangnya insiden tragis yang memakan korban jiwa.

Dengan kasus ini, harapan masyarakat serta keluarga korban untuk keadilan dan pembenahan fasilitas jalan semakin mendesak. Polisi terus melakukan investigasi mendalam untuk memastikan bahwa keadilan ditegakkan dan pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya. (KSC)

Bacaan Lainnya

Pos terkait