PMI Aceh Selatan Belum Miliki Bank Darah, Keluarga Pasien Kewalahan Cari Donor Saat Operasi

PMI Aceh Selatan Belum Miliki Bank Darah, Keluarga Pasien Kewalahan Cari Donor Saat Operasi
Ilustrasi

REPORTER: Dahyati

KLIKSUMUT.COM | TAPAKTUAN – Ketiadaan bank darah di Kabupaten Aceh Selatan menjadi sorotan tajam dari Koordinator Forum Peduli Aceh Selatan (aFor-PAS), T. Sukandi. Ia mengungkapkan bahwa setiap kali terjadi kebutuhan darah mendesak di RSUD Yuliddin Away (RSUDYA) Tapaktuan, keluarga pasien kerap pontang-panting mencari pendonor karena keterbatasan stok darah.

“Setiap kali ada pasien yang butuh darah untuk operasi, keluarga mereka sibuk mencari donor ke mana-mana. RSUDYA hanya bisa menyediakan satu kantong darah, sisanya tergantung upaya keluarga. Sampai-sampai permohonan donor dikirim ke berbagai grup WhatsApp untuk meminta bantuan,” ungkap Sukandi, Kamis (8/5/2025).

BACA JUGA: Diduga Preman Intimidasi Kepala OPD di Aceh Selatan, Modus Minta “Sedekah” Disorot For-PAS

Ia menilai sudah saatnya Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Selatan mengambil langkah konkret dengan menghadirkan Bank Darah di wilayah tersebut. Menurutnya, keberadaan Unit Transfusi Darah (UTD) yang memadai menjadi tanggung jawab PMI sebagai lembaga resmi penyedia layanan darah di daerah.

“PMI wajib memiliki Bank Darah. Fungsinya bukan hanya untuk menyimpan, tapi juga mengolah dan menyediakan darah secara siaga. Ini untuk kebutuhan rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sukandi mendorong PMI Aceh Selatan untuk aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya donor darah, sekaligus menggugah empati masyarakat agar mau secara sukarela menjadi pendonor tetap. Ia juga menyinggung pentingnya dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan.

“Kalau tidak ada anggaran yang memadai, semua harapan ini akan sia-sia. Bantuan dana dari pemerintah selama ini sekitar Rp200–300 juta per tahun, kami harap bisa ditingkatkan. Karena setetes darah bisa menyelamatkan nyawa, dan satu nyawa manusia tidak sebanding dengan sejuta bangunan,” ujar Sukandi penuh harap.

PMI Akui Belum Miliki Bank Darah Sendiri

Sementara itu, Ketua PMI Aceh Selatan melalui Wakil Ketua, Asmara Bakti, membenarkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum memiliki gedung dan fasilitas Bank Darah sendiri.

BACA JUGA: Gubernur Sumatera Utara dan Aceh Kolaborasi Perkuat Pembangunan Berkelanjutan lewat Coalition for Sustainable Livelihood

“Gedung UTD PMI memang belum selesai dibangun. Karena itu, kami masih bekerja sama dengan UTD RSUD Yuliddin Away. Tapi kalau ada yang membutuhkan darah, kami tetap berusaha mencarikan pendonornya,” jelas Asmara.

Dengan meningkatnya kebutuhan akan darah di Aceh Selatan, desakan masyarakat terhadap keberadaan Bank Darah menjadi semakin nyata. Harapannya, ke depan Pemerintah Daerah dan PMI bisa bersinergi membangun fasilitas vital ini demi keselamatan nyawa warga Aceh Selatan. (KSC)

Bacaan Lainnya

Pos terkait