EDITOR: Wali
KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Agus Fatoni memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Pemerintah Pusat dalam meluncurkan Geoportal Kebijakan Satu Peta 2.0. Fatoni optimis bahwa melalui peta canggih ini, pembangunan di Sumut akan semakin cepat dan terarah.
Geoportal Kebijakan Satu Peta 2.0 adalah alat yang memuat berbagai informasi geospasial tematik seperti kawasan hutan, kepemilikan tanah, Hak Guna Usaha (HGU), dan data penting lainnya. “Tentu ini sangat berguna bagi kita, mempermudah dalam merencanakan pembangunan, penyelesaian tumpang tindih lahan, sengketa lahan, bahkan membuat kebijakan,” kata Fatoni usai menghadiri peluncuran Geoportal Kebijakan Satu Peta 2.0 di Hotel St. Regis, Jakarta, Kamis (18/7/2024).
BACA JUGA: Pj Gubernur Agus Fatoni Bersama Ribuan Masyarakat Meriahkan Puncak Peringatan HUT Kabupaten Padanglawas ke-17
Sebelumnya, Indonesia memiliki sekitar 85 peta tematik dari berbagai kementerian dan lembaga. Namun, pada tahun 2018, Presiden RI Joko Widodo memutuskan untuk menyatukan peta-peta tersebut. Menurut Fatoni, inisiatif ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk pengembangan Sumut, termasuk mempermudah investasi, meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), dan pembangunan kawasan.
“Semua bisa melihat informasi pada peta ini, sehingga akan mempermudah investor berinvestasi. Kita harus bisa manfaatkan itu, apalagi Sumut yang punya potensi besar industri dan juga SDA,” tambah Fatoni.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertahanan sekaligus Presiden terpilih RI Prabowo Subianto mengharapkan bahwa peta tematik ini akan meningkatkan efisiensi pemanfaatan ruang sehingga proses pembangunan dapat lebih cepat dilakukan. “One map policy sangat strategis dan one map policy ini akan menciptakan efisiensi dan menghindari tumpang tindih pemanfaatan ruang,” ujar Menhan.
Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa hingga Juli 2024, telah disatukan 151 peta tematik dari 23 kementerian/lembaga. Proses penyatuan seluruh peta tematik Indonesia masih berlanjut. Menurut Menko Perekonomian, kebijakan Satu Peta telah menyelesaikan 19,97% masalah tumpang tindih lahan, serta membenahi tata kelola data spasial dan perizinan.
BACA JUGA: Pj Gubernur Agus Fatoni Beri Atensi Terkait Pelaksanaan PON, Pilkada Serentak, dan PR Sumut
“Target RPJMN 2024-2025 pertumbuhan ekonomi 6-7% dengan nilai investasi 2025 sekitar Rp1.900 triliun, ini target yang cukup menantang, dan untuk mencapai itu Kebijakan Satu Peta ini menjadi sangat penting,” kata Menko Perekonomian.
Kegiatan peluncuran ini juga dihadiri oleh Menteri KLHK Siti Nurbaya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menkopulhukam Hadi Tjahjanto, Menteri ESDM Arifin Tasrif, serta menteri kabinet Indonesia Maju lainnya. Hadir pula seluruh Gubernur, Walikota, dan lembaga terkait lainnya.
Dengan adanya Geoportal Kebijakan Satu Peta 2.0, Sumut siap menghadapi tantangan pembangunan dan mengoptimalkan potensi daerah untuk kesejahteraan masyarakat. (KSC)








