KLIKSUMUT.COM | LANGKAT – Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 bergerak cepat melakukan aksi tanggap darurat bagi warga terdampak banjir di wilayah kerja Pertamina EP (PEP) Pangkalan Susu dan PEP Rantau. Penyaluran bantuan dilakukan melalui jalur darat maupun udara akibat akses yang terputus karena tingginya banjir, Kamis (4/12/2025).
Bantuan tambahan untuk Kabupaten Langkat dikirim menggunakan truk bantuan yang harus menembus genangan air setinggi 60 cm di ruas jalan tol menuju lokasi. Sementara itu, Kabupaten Aceh Tamiang yang masih terisolasi dan tidak dapat diakses melalui jalur darat dijangkau dengan helikopter.
Meski menghadapi berbagai hambatan, operasi kemanusiaan ini tetap dilanjutkan sebagai komitmen perusahaan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. “Keselamatan dan kemanusiaan selalu menjadi prioritas utama kami. Kami berupaya hadir secepat mungkin untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak,” ujar General Manager PHR Zona 1, Hari Widodo, saat menyerahkan bantuan di Masjid At-Taqwa, salah satu titik pengungsian terdampak banjir.
Dalam dialog bersama para pengungsi, Hari Widodo menegaskan bahwa helikopter menjadi satu-satunya moda transportasi untuk menyalurkan bantuan ke wilayah Kota Kuala Simpang karena akses darat masih terputus.
“Distribusi bantuan lanjutan di wilayah Kota Kuala Simpang menggunakan helikopter karena jalur darat belum dapat dilalui,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah sekaligus melakukan pemetaan wilayah agar bantuan yang diberikan tepat sasaran. “Kami ingin secepatnya meringankan beban masyarakat korban bencana,” ujarnya.
BACA JUGA: Polres Labuhanbatu Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Sumut
Tim PEP Rantau Field juga telah membentuk tim survei untuk membuka jalur alternatif agar truk bantuan dari Medan dapat menjangkau wilayah-wilayah yang masih terdampak.
“Tim menelusuri jalan perkampungan dan perkebunan sawit yang memungkinkan untuk tembus ke wilayah Sumut,” ungkap Hari Widodo, menyampaikan laporan dari tim survei di lapangan.
Bantuan untuk wilayah sekitar operasi PEP Pangkalan Susu di Kabupaten Langkat diberangkatkan melalui jalur darat dan langsung disalurkan setibanya di lokasi. Distribusi dilakukan di Desa Teluk Meku, Kecamatan Babalan, meliputi tiga titik penerima: Dusun Paluh Jabu dan Badak, Dapur Umum Teluk Meku (Kantor Desa) dan Area sekitar Stasiun Pengumpul Gebang
Sebelumnya, PEP Pangkalan Susu telah mengevakuasi 187 warga ke Bukit Kunci Pangkalan Susu dan mendirikan dua shelter serta dapur umum pada Selasa (25/11/2025). Setelah kondisi membaik, warga mulai kembali ke rumah masing-masing pada Jumat (29/11/2025).
Di wilayah kerja PHE NSO, bantuan telah disalurkan ke enam titik di Lhokseumawe serta satu titik di Aceh Utara sejak akses darat kembali dapat dilalui pada Jumat (28/11/2025).
Untuk seluruh wilayah terdampak di sekitar operasi, PHR Zona 1 menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat, antara lain: 1,62 ton beras, 555 kg gula, 270 dus air mineral, 405 dus mi instan, 175 dus minyak goreng, 142 dus biskuit serta berbagai bahan pangan lainnya: sarden, telur, susu kental manis, makanan anak/bayi dan kebutuhan sehari-hari: perlengkapan mandi, obat-obatan, selimut, terpal, popok bayi, dan perlengkapan tanggap darurat lainnya.
Pertamina Hulu Rokan menegaskan bahwa mereka tidak hanya berfokus pada keberlanjutan operasi migas, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial yang besar terhadap masyarakat, terutama di wilayah terdampak bencana.
Komitmen tersebut dijalankan melalui sinergi dengan SKK Migas, pemerintah daerah, BPBD, serta pemangku kepentingan lainnya.
PHR Zona 1 memastikan proses distribusi bantuan akan terus dilakukan hingga seluruh wilayah pulih dan akses kembali normal. (KSC)
REPORTER: Dody Ariandi





