KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Hernawan Bekti Sasongko hadiri seremoni topping off pembangunan Gedung Kantor OJK Provinsi Sumatera Utara ( Sumut).
Prosesi tersebut menandai selesainya pekerjaan struktur utama bangunan hingga rooftop lantai tujuh sebagai tonggak penting penguatan kapasitas kelembagaan OJK dalam mendukung pelaksanaan tugas pengaturan, pengawasan, pelindungan konsumen, dan pengembangan sektor jasa keuangan.
“Pembangunan gedung itu merupakan investasi kelembagaan untuk memperkuat peran OJK di Sumut,” kata Hernawan dalam keterangan tertulis dilansir Senin (3/8/2026).
BACA JUGA: OJK Sumut Perkuat Budaya Menabung Sejak Dini lewat Road to HIM 2026
Disebutkannya, gedung ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan pusat koordinasi dan kolaborasi untuk memperkuat kehadiran OJK serta mendukung sektor jasa keuangan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
Dia berharap Kehadirannya semakin memperkuat fungsi pengawasan dan pelayanan publik sehingga OJK dapat lebih responsif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi
Gedung Kantor OJK Sumatera Utara merupakan gedung ketujuh yang dibangun OJK dari lahan kosong yang dirancang dengan konsep bangunan hijau (green building).
“Keberaan kantor ini sebagai wujud komitmen OJK terhadap pembangunan berkelanjutan,” ungkap Hernawan.
Kehadiran gedung baru tersebut juga juga diharapkan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik, edukasi dan literasi keuangan, serta pelindungan konsumen di Sumut.
Dalam rangkaian kunjungannya itu, Hernawan juga menghadiri pengukuhan Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, Triyoga Laksito menggantikan Khoirul Muttaqien di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jumat (31/07/2026.).
Disebutkannya, OJK berkomitem terus perkuat perannya dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan kepemimpinan dan kapasitas kelembagaan di Sumut
Hernawan dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan kepemimpinan OJK di daerah untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi OJK yang semakin strategis.
“Pengukuhan ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi merupakan momentum untuk memperkuat peran OJK di daerah dalam menghadapi dinamika ekonomi yang semakin kompleks serta memperluas kontribusi sektor jasa keuangan bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Hernawan.
Dia juga menyebutkan, di tengah ketidakpastian ekonomi global, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang baik.
Kondisi tersebut juga tercermin di Sumatera Utara yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,98 persen pada triwulan I-2026, didukung kinerja sektor jasa keuangan yang tetap terjaga.
Karena itu, Hernawan menekankan pentingnya kepemimpinan OJK yang profesional, berintegritas, serta mampu membangun komunikasi, koordinasi, dan sinergi yang erat dengan pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan.
Selain itu Hernawan mendorong agar implementasi program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) terus diperkuat.
Penguatan itu dilakukan melalui kolaborasi antara OJK, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.
Tujuannya guna memperluas akses keuangan serta meningkatkan kontribusi sektor jasa keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan pentingnya kebijakan sektor jasa keuangan yang mampu mengakomodasi karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah.
BACA JUGA: OJK Perkuat Sinergi Putus Mata Rantai Judol
Menurutnya, penguatan koordinasi antara OJK dan pemerintah daerah diperlukan untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, petani, dan masyarakat terdampak bencana, termasuk melalui optimalisasi pemanfaatan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Gubsu juga mendorong penguatan ekonomi dan keuangan syariah sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi daerah.
Untuk itu, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, OJK, industri jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat guna membangun ekosistem keuangan syariah yang inklusif, efisien, dan berdaya saing. (KSC)
Reporter: Swisma








