KLIKSUMUT.COM | BANDA ACEH ~ Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersama Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp500 juta bagi korban bencana banjir dan longsor di Aceh. Penyerahan bantuan berlangsung secara simbolis di Gedung Kwarda Gerakan Pramuka Aceh, Banda Aceh.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, yang juga Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Lampung, menyerahkan bantuan secara langsung kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir.
Sumber Bantuan dan Penyaluran
Total bantuan Rp500 juta berasal dari dua sumber, yakni Rp250 juta dari Pemerintah Provinsi Lampung dan Rp250 juta dari donasi internal Kwarda Gerakan Pramuka Lampung. Pemerintah Aceh menerima Rp250 juta, sedangkan Kwarda Gerakan Pramuka Aceh menyalurkan Rp250 juta sisanya langsung ke masyarakat terdampak.
BACA JUGA: Wagub Aceh Dampingi Mendagri Serahkan Bantuan Presiden di Aceh Tamiang
“Penyerahan dana kemanusiaan ini merupakan amanah dari masyarakat Provinsi Lampung melalui pemerintah dan bagian dari kepedulian Gerakan Pramuka Lampung dalam merespons bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh,” ujar Jihan.
Ia menjelaskan bahwa unsur Pramuka mengumpulkan dana melalui aksi Bumbung Kemanusiaan yang melibatkan partisipasi aktif seluruh jajaran, mulai dari Kwartir Cabang hingga anggota Pramuka di tingkat akar rumput di Lampung.
“Seluruh dana yang terkumpul disalurkan melalui mekanisme yang terkoordinasi agar tepat sasaran dan cepat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini adalah wujud pengabdian kami kepada bangsa dan negara,” tambah Jihan.
BACA JUGA: Pemerintah Aceh Terima CSR Sistem Emergency Call Center 112 untuk Perkuat Layanan Darurat
Kondisi Aceh Pascabencana
Sekda Aceh, M. Nasir, menyampaikan apresiasi atas kepedulian masyarakat Lampung. Ia menekankan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi pemulihan berbagai klaster terdampak bencana.
Ia melaporkan jumlah pengungsi menurun drastis dari sekitar satu juta jiwa menjadi 91 ribu jiwa yang kini bertahan di 988 titik pengungsian. Di sektor kesehatan, Pemerintah Aceh telah mengaktifkan kembali layanan rumah sakit dan menyiagakan 530 pos kesehatan yang didukung tenaga medis dari berbagai daerah di Indonesia.
“Khususnya di Aceh Tamiang, meskipun belum optimal akibat kerusakan infrastruktur yang parah, layanan rumah sakit daerah telah kembali operasional. Alhamdulillah, dengan kolaborasi semua pihak, kita berhasil mencegah wabah kolera. Saat ini fokus penanganan diarahkan pada penyakit kulit, ISPA, serta layanan kesehatan lain sesuai kebutuhan para pengungsi,” jelas M. Nasir.
BACA JUGA: Gubernur Aceh Terima Bantuan PMI Nasional, Percepat Pemulihan Pascabencana
Di sektor pendidikan, pemerintah memulai kembali kegiatan belajar mengajar sejak 5 Januari 2026. Relawan ASN dikerahkan untuk membersihkan sekolah dari sisa material banjir, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang. Proses belajar mengajar disesuaikan dengan kondisi masing-masing fasilitas pendidikan.
Solidaritas Nasional dan Pemulihan Infrastruktur
Nasir mencatat banyaknya bantuan yang masuk secara langsung melalui LSM maupun pemerintah provinsi lain ke daerah terisolasi. Hal ini menegaskan kuatnya solidaritas nasional terhadap Aceh. Fokus penanganan saat ini pada pemulihan infrastruktur dan ekonomi, dengan target memulihkan konektivitas desa-desa sebelum bulan Ramadan. Pemerintah Aceh bekerja sama dengan 150 organisasi masyarakat sipil (CSO) dan 96 pelaku dunia usaha untuk mempercepat pemulihan.
Turut hadir dalam kegiatan penyerahan bantuan, Ketua Harian Kwarda Gerakan Pramuka Aceh Jufri Effendi, Sekretaris Kwarda Gerakan Pramuka Aceh Darmawan, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Fadmi Ridwan, serta Ketua Harian Kwarda Gerakan Pramuka Lampung Rifki Sofyan bersama rombongan. (KSC)
REPORTER: Adli Safwan








