Pemko Medan Siap Antisipasi Covid-19 Gelombang Ketiga

  • Whatsapp

Penulis : Alian Napiah Siregar

MEDAN | kliksumut.com Dalam rangka mengantisipasi terjadinya Covid-19 gelombang ketiga. Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution terus melakukan berbagai upaya mencegahnya diantaranya kegiatan Vaksinasi, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak sesuai Protokol Kesehatan (Prokes). Apa yang dilakukan Wali Kota Medan haruslah diapresiasi dan didukung oleh masyarakat.

Upaya yang dilakukan oleh Wali kota Medan tidak terlepas peran serta dari pemerintah pusat, perusahaan, Bank, lembaga masyarakat, pihak Kampus, Mahasiswa, pimpinan partai yang ada di kota Medan dan banyak lagi. Semua itu turut serta dukungan masyarakat.

Karena selama ini banyak masyarakat yang tidak mau divaksinasi (alias takut), disebabkan banyak informasi di media sosial hal-hal yang aneh usai divaksinasi. Tapi syukurlah, di kota Medan sudah banyak yang divaksinasi. Baik tingkat Lansia, dewasa, remaja dan anak-anak SMP.

BACA JUGA: Bobby Serahkan Hadiah Mobile Legend Cup Pada Team Satu Esport Sebagai Juara

Bacaan Lainnya


Kegiatan Vaksinasi ini, tentunya berdampak turunnya Level PPKM di kota Medan yang mulanya level 4 kini turun menjadi level 2. Bobby Nasution juga melakukan penerapan 3T (Testing, Tracing dan Treatment). Dan melakukan akselerasi vaksinasi guna mempercepat terbentuknya herd immunity (kekebalan kelompok) di tengah masyarakat.

Di samping itu Pemko Medan melalui Tim Satgas Covid-19 terus gencar melakukan patroli untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan baik, termasuk penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2.

Meski pun saat ini angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Medan terus menurun. Guna mencegah terjadinya penyebaran virus Corona, tracing dan testing langsung dilakukan terhadap 9 sampai 15 orang warga yang telah melakukan kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut.

Untuk mengantisipasi gelombang ketiga Covid-19 adalah melakukan pencegahan. Apalagi pelacakan terhadap kontak erat dari seorang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 ini harus terus kita perkuat. Hal ini dilakukan sebagai upaya antisipasi agar tidak terjadi lonjakan.

Selain 3T, Bobby Nasution juga mengebut akselerasi vaksinasi guna mempercepat terwujudnya kekebalan komunal sebagai antisipasi menghadapi gelombang ketiga Covid-19 tersebut.

Upaya yang dilakukan orang nomor satu di Pemko Medan ini berhasil, berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Medan hingga 15 November, capai vaksinasi telah menyentuh angka 76,13 persen untuk dosis pertama dan 57,60 persen untuk dosis kedua.

Di samping itu dalam penerapan prokes dan PPKM Level 2, Bobby Nasution pun sangat tegas. Ia tidak mau masyarakat abai, sehingga angka kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Medan yang terus menunjukkan angka penurunan akan meningkat lagi.

Bahkan, Sabtu (13/11/21) malam, Bobby bersama Tim satgas Covid-19 Kota Medan menyegel langsung 3 tempat hiburan malam yakni The Shoot Pool Jalan Patimura, High Five dan Heaven7 Jalan Abdulah Lubis karena melanggar aturan PPKM Level 2 yang telah ditetapkan pemerintah.

“Berkat usaha dan kolaborasi yang dilakukan semua pihak, termasuk masyarakat sudah membawa Kota Medan ke Level 2 penerapan PPKM. Saat kita sedang berupaya keras untuk menjadikan Medan ke Level 1. Untuk itu saya tegaskan kepada para pelaku usaha agar mentaati peraturan yang telah ditetapkan,” tegasnya di salah satu lokasi hiburan malam yang kedapatan melanggar PPKM Level 2 tersebut.

Langkah yang dilakukan Bobby Nasution untuk menegaskan bahwa Kota Medan siap melakukan antisipasi bukan siap menghadapi gelombang ketiga Covid-19. Sebab, pemerintah pusat memprediksi akan terjadi gelombang ketiga Covid-19 setelah libur Natal 25 Desember dan Tahun Baru 2022.

BACA JUGA: Bobby Segel 3 Tempat Hiburan Malam, Langgar PPKM

Penilaian senada juga disampaikan pengamat kesehatan dari Universitas Sumatera Utara (USU) Dr dr Delyuzar M Ked (PA) Sp PA (K). Dikatakannya, langkah Wali kota yang terus meningkatkan meningkatkan tracing merupakan langkah sangat tepat, sebab hal itu guna mengetahui jika ada kasus warga yang terkonfirmasi postif Covid-19. Begitu juga dengan melakukan testing sebagai upaya untuk mengetahui besaran kasus yang sesungguhnya, serta langsung melakukan treatment jika terbukti positif dengan melakukan diisolasi agar tidak bercampur dengan warga yang sehat sehingga kasus tersebut tidak meningkat.

“Langkah ini sudah tepat, saya dukung program Pak Wali Kota dalam memperketat pelaksanaan 3T sebagai langkah antisiapsi yang harus dilakukan agar tidak terjadi lonjakan kasus gelombang ketiga Covid-19. Artinya, Pak Wali Kota siap melakukan antisipasi gelombang ketiga penyebaran Covid-19 ini, bukan siap menghadapinya. Intinya, Pak Wali Kota lebih mengarah ke antisipasi agar tidak terjadi gelombang ketiga Covid-19,” jelas Delyuzar. (**)

Pos terkait