KLIKSUMUT.COM | ASAHAN – Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan terus memperkuat pengawasan keamanan pangan asal hewan. Hal ini diwujudkan dengan menggelar Sosialisasi Risiko Residu Antibiotik bekerja sama dengan Ikatan Alumni (IKA) Peternakan Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis (13/11/2024) di Aula Hotel Bintang Antariksa Kisaran.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pelaku usaha, pemangku kepentingan, hingga masyarakat mengenai bahaya residu antibiotik pada produk hewani serta pentingnya menerapkan pengawasan rantai pangan dari hulu hingga hilir.
Dalam laporannya, drh. Yusnani menegaskan bahwa keamanan pangan hewani merupakan bagian integral dari ketahanan pangan nasional sebagaimana diatur dalam UU No. 18/2012, PP No. 86/2019, dan UU No. 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
BACA JUGA: PUPR Sumut: Anggaran Jadi Kendala Percepatan Pembangunan dan Pemeliharaan Jalan Provinsi
“Penggunaan antibiotik pada hewan harus dilakukan secara terukur. Jika tidak, residu berbahaya dapat terbentuk dan mengancam kesehatan manusia, termasuk risiko resistensi antibiotik, alergi, dan gangguan kesehatan lainnya,” ujarnya.
Bupati Asahan, yang diwakili Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs. H. Supriyanto, menegaskan bahwa keamanan pangan hewani merupakan unsur penting pemenuhan gizi masyarakat, terutama protein hewani yang kaya asam amino esensial.
Namun, menurutnya, residu antibiotik dapat menghambat penyerapan nutrisi dalam tubuh dan menurunkan kualitas kesehatan masyarakat.
“Karena itu, Pemkab mendorong seluruh pelaku peternakan untuk menerapkan praktik beternak yang bertanggung jawab, menjaga higienitas kandang, serta memastikan produk hewan yang beredar aman dikonsumsi,” tegasnya,
BACA JUGA: Tinjau Ujian Profiling ASN 2025, Bupati Tapteng Ingatkan ASN Harus Berintegritas
Melalui sosialisasi ini, Pemkab Asahan berharap edukasi mengenai penggunaan antibiotik yang tepat dapat diterapkan secara konsisten oleh seluruh pelaku usaha peternakan. Pemerintah juga mendorong: penguatan pengawasan lapangan, peningkatan literasi keamanan pangan dan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri
“Dengan komitmen bersama, Asahan optimistis dapat menghasilkan produk hewani yang aman, sehat, dan berkualitas sebagai bagian dari pembangunan ketahanan pangan daerah yang berkelanjutan,” tutupnya. (KSC)
REPORTER: Dinda Meyla Sari








