KLIKSUMUT.COM | KARO – Puluhan orang tua siswa yang menjadi korban terdampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar aksi di depan Gedung DPRD Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Kamis (8/10/2026).
Dalam aksi tersebut, para orang tua siswa mendesak DPRD Kabupaten Karo segera menindaklanjuti tuntutan terkait dana kompensasi bagi korban dugaan keracunan MBG yang menyebabkan ratusan siswa mengalami gangguan kesehatan.
Para orang tua siswa dalam aksi itu didampingi Elemen Masyarakat Karo Peduli (EMKAP). Mereka meminta DPRD Karo tidak hanya menerima aspirasi, tetapi ikut mengawal penyelesaian persoalan tersebut hingga ada kejelasan mengenai penanganan korban, kompensasi, serta proses hukum.
Salah satu tuntutan yang disampaikan adalah agar peristiwa keracunan massal yang dialami para siswa tersebut didorong untuk ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Selain itu, massa meminta DPRD Karo segera menyurati Pemerintah Kabupaten Karo untuk membahas langkah penanganan para korban, termasuk kemungkinan penyediaan dana taktis guna membantu kebutuhan penanganan korban.
DPRD Karo Terima Aspirasi Orang Tua Korban
Aspirasi para orang tua siswa diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Karo, Imanuel Sembiring. Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris DPRD Karo juga menyampaikan hasil pertemuan dengan pihak Badan Gizi Nasional (BGN) terkait penanganan kasus tersebut.
Namun, para orang tua siswa mengaku khawatir apabila pemberian kompensasi sepenuhnya menunggu mekanisme dari BGN.
Menurut mereka, proses tersebut berpotensi membutuhkan waktu karena harus mengikuti mekanisme dan regulasi yang berlaku.
Karena itu, para orang tua meminta DPRD Karo ikut mencari langkah konkret agar kebutuhan korban dapat segera ditangani tanpa harus menunggu proses yang dinilai berlarut-larut.
Tagih Janji DPRD Karo Kawal Kasus Keracunan MBG
Dalam pertemuan itu, para orang tua siswa juga menagih komitmen DPRD Karo untuk mengawal penyelesaian kasus keracunan MBG.
Mereka berharap DPRD bersama pemerintah daerah dapat memastikan kondisi kesehatan para siswa yang terdampak mendapat perhatian serius.
Selain persoalan kompensasi dan usulan penetapan KLB, massa juga meminta DPRD Karo bersama-sama mendatangi Polres Karo untuk mempertanyakan perkembangan pengaduan yang telah mereka sampaikan terkait kasus tersebut.
Para orang tua korban mempertanyakan perkembangan proses hukum karena hingga saat ini mereka menilai belum memperoleh kejelasan yang diharapkan, termasuk mengenai penetapan tersangka dalam perkara keracunan tersebut.
BACA JUGA: Kondisi Febiona, Korban Keracunan MBG Di Karo Semakin Membaik
Orang Tua: Anak-anak Masih Trauma
Di hadapan para wakil rakyat, para orang tua korban meminta DPRD Karo tidak berhenti pada penerimaan aspirasi.
Mereka meminta lembaga legislatif tersebut ikut mengawal persoalan hingga terdapat kejelasan mengenai penanganan korban, kompensasi, serta proses hukum kasus keracunan MBG.
“Tegakkan keadilan bagi kami. Bapak dan Ibu DPRD yang terhormat, tolonglah tegakkan keadilan bagi kami. Sampai hari ini anak-anak kami masih trauma, dan kesehatannya belum pulih,” lirih salah seorang orang tua korban.
Para orang tua berharap tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut mendapat tindak lanjut konkret dari DPRD Kabupaten Karo dan pemerintah daerah.
Mereka juga meminta proses penanganan kasus dilakukan secara transparan sehingga kondisi para siswa yang terdampak serta perkembangan penyelidikan dapat diketahui oleh keluarga korban. (KSC)
(Herman Harahap/Jaya Surbakti)








