REPORTER: Herman Harahap
EDITOR: Wali
KLIKSUMUT.COM | KARO – Upaya pencarian tiga korban hanyut di Sungai Lau Biang terus dilakukan oleh tim gabungan hingga hari ini, Sabtu (19/10/2024). Ketiga korban, termasuk dua anggota Basarnas dan seorang warga setempat, belum ditemukan sejak perahu yang digunakan untuk pencarian terseret arus deras. Peristiwa tersebut terjadi saat tim berusaha menemukan Jeplinta Sebayang, warga Desa Limang, Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo, yang dilaporkan hanyut sebelumnya.
Tim gabungan TNI-Polri, Basarnas Sumatera Utara, serta masyarakat sekitar, masih melakukan pencarian intensif sepanjang aliran Sungai Lau Biang yang dikenal memiliki arus kuat. Ketiga korban yang masih hilang adalah Tengku Rahmad Syahputra (30), anggota Basarnas, Dodi (30), anggota SAR, dan Jeplinta Sebayang (30), warga setempat.
BACA JUGA: Perahu Basarnas Terbawa Arus Saat Pencarian di Sungai Lau Biang, Berikut Daftar Tim yang Mengalami Kecelakaan
Kapolres Tanah Karo, AKBP Eko Yulianto, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr. Opsla, melalui Kapolsek Kutabuluh, AKP Poltak Hamonangan, S.H., menyampaikan bahwa seluruh upaya dilakukan secara maksimal dengan melibatkan berbagai pihak. “Kami bersama Basarnas terus berusaha sekuat tenaga untuk menemukan para korban. Pencarian dilakukan di sepanjang aliran Sungai Lau Biang, yang memiliki arus sangat deras,” ujar AKP Poltak.
Kecelakaan perahu Basarnas yang membawa anggota tim penyelamat dan warga terjadi saat tim menyusuri sungai untuk mencari Jeplinta Sebayang. Menurut Jeri Novanda, salah satu anggota Tim SAR yang selamat, perahu mereka terbalik ketika melintasi jalur sungai berbentuk huruf “S” di Desa Ujung Deleng. “Arus di tikungan sungai sangat kuat, sehingga perahu kami kehilangan kendali dan akhirnya terbalik,” ungkap Jeri. Dari kejadian itu, empat orang berhasil selamat, yaitu Jeri Novanda (30), Robbi Daniel (29), Riko Barus (26), dan Oscar Sebayang (27).
Namun, pencarian terhadap Tengku Rahmad Syahputra, Dodi, dan Jeplinta Sebayang masih terus berlanjut dengan penuh intensitas. AKP Poltak menegaskan bahwa meski kondisi medan sulit, tim gabungan tetap optimis dan berkomitmen untuk terus melakukan pencarian. “Kami akan memeriksa setiap sudut sungai yang mungkin menjadi tempat korban terseret arus,” tegasnya.
Proses pencarian juga melibatkan personel dari Polsek Kutabuluh dan Koramil 05/Payung beserta masyarakat setempat yang turut membantu. Masyarakat sekitar juga memberikan dukungan dengan turut serta dalam upaya pencarian di sepanjang aliran sungai.
BACA JUGA: Basarnas Siaga di Danau Toba Kawal Peski Air PON XXI 2024
Kapolsek Kutabuluh, AKP Poltak Hamonangan, menutup pernyataannya dengan harapan besar agar seluruh korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat. “Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar upaya pencarian ini berhasil dan semua korban dapat segera ditemukan,” pungkasnya.
Sampai saat ini, kondisi arus sungai masih menjadi tantangan utama dalam pencarian. Tim gabungan terus berupaya mencari setiap kemungkinan, berharap pencarian segera membuahkan hasil yang positif. (KSC)








