Mobil Satgas PDIP Tapteng Terjun ke Sungai di Muara Sibuluan, 3 Tewas, Salah Satunya Seorang Penyanyi

Mobil Satgas PDIP Tapteng Terjun ke Sungai di Muara Sibuluan, 3 Tewas, Salah Satunya Seorang Penyanyi
Satu buah mobil jenis Escudo nomor polisi S47GAS terjun bebas ke sungai tepatnya di Muara Sibuluan Pal 7, Kecamatan Sosorgadong, Tapanuli Tengah. (kliksumut.com/ist)

REPORTER: Benny

KLIKSUMUT.COM | TAPTENG – Sebuah mobil jenis Suzuki Escudo bernomor polisi S47GAS terjun bebas ke sungai di kawasan Muara Sibuluan Pal 7, Kecamatan Sosorgadong, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Sabtu dini hari (23/8/2025) sekitar pukul 04.30 WIB. Insiden tragis ini menelan tiga korban jiwa dan menyisakan duka mendalam.

Menurut keterangan saksi mata sekaligus warga setempat, Rio Situmeang, mobil tersebut diketahui merupakan kendaraan operasional milik Satgas PDI Perjuangan Tapanuli Tengah. Mobil datang dari arah Kecamatan Manduamas dan melaju ke arah kota ketika kecelakaan terjadi.

“Tidak ada warga yang melihat langsung kejadian karena masih sangat subuh. Kami baru tahu setelah mendengar teriakan minta tolong,” ujar Rio kepada wartawan, Sabtu pagi.

BACA JUGA: Tak Kuat di Tanjakan Mobil Satu Keluarga Masuk Jurang

Bacaan Lainnya

Mobil naas itu diketahui mengangkut enam orang penumpang. Tiga di antaranya berhasil selamat dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara tiga lainnya masih terjebak di dalam mobil yang tenggelam di dasar sungai.

“Saat ini polisi sudah berada di lokasi, namun evakuasi kendaraan belum bisa dilakukan karena arus sungai cukup deras dan medan sulit dijangkau,” lanjut Rio.

Informasi awal menyebutkan, salah satu korban meninggal dunia merupakan seorang penyanyi asal Desa Kedai Tiga, Kecamatan Barus, yang berdomisili di Kota Sibolga. Namun, pihak kepolisian belum merilis identitas resmi seluruh korban.

BACA JUGA: Tragis! Mobil Bawa Satu Keluarga Terjun ke Jurang di Langkat, 3 Tewas dan 7 Luka-luka

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi dan pendataan identitas para korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari kepolisian, Basarnas, dan masyarakat setempat. (KSC)

Pos terkait