NIAS SELATAN | kliksumut.com – Beberapa siswa/i (siswa/siswi) sekolah dasar (SD) yang berseragam Pramuka sedang melintasi sebatang pohon kelapa, yang melintang di atas sungai deras, telah membuat prihatin para Netizen (warga internet), dimana mereka harus bertaruh nyawa untuk bisa sampai ke Pusat Kecamatan, berhubung karena pada lintasan sungai deras tersebut tidak ada jembatan, Senin (14/08/2023).
Dalam rekaman video secara langsung (live streaming) di salahsatu media sosial, pemilik akun Facebook bernama @Feber Tersabasar Daya, terlihat siswa/i SD tersebut sedang melintasi sebatang pohon kelapa yang tumbang melintang di atas sungai tersebut.
BACA JUGA: Basarnas Nias Menerima Informasi 7 Orang Rombongan Wisatawan Hilang Kontak
Menurut informasi yang didapatkan, bahwa siswa/i SD yang menggunakan pakaian seragam Pramuka tersebut berasal dari SD Negeri 071110 Lolomboli, Kecamatan Mazo, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara, yang mana mereka hendak pergi ke Pusat Kecamatan Mazo untuk mengikuti kegiatan Pramuka di sana.
Dimana pada video live streaming tersebut, juga terlihat beberapa para siswa/i dibantu oleh orang tuanya dan pemuda setempat secara perlahan-lahan, ada yang menggendongnya dan ada juga yang memegang tangannya sambil berjalan menyamping, untuk melintasi pohon kelapa tersebut, agar bisa sampai di seberang sungai. Mereka juga terlihat tidak mengenakan sepatu pada saat melintasi pohon itu.
Selain itu, terlihat juga sempat ada salah seorang siswi yang hampir jatuh ke sungai, namun dengan spontan ditahan oleh seorang pemuda yang sedang memegang erat tangan siswi itu, yang mana pada saat itu sedang berada ditengah lintasan pohon kelapa itu.
BACA JUGA: Peringatan HUT Hari Jadi Nias Selatan Yang Ke-20 ‘Mewujudkan Peningkatan Sumber Daya Manusia, Menuju Pelayanan Prima’
Melihat keadaan tersebut, banyak Netizen pengguna Facebook merasa prihatin dan sedih, bahkan ada juga yang memberikan semangat kepada mereka. Dan beberapa pengguna Facebook lainnya merasa kecewa terhadap pemerintah setempat karena melihat situasi dan kondisi tersebut, hingga mereka menuliskannya melalui komentar-komentar di bawah postingan video live streaming tersebut.
Salah satu contoh komentar yang ikut prihatin dengan kondisi tersebut, yakni “Masya Allah… perjuangan mereka begitu berat… semangat adik-adik dan bapak… Semoga kalian jadi orang sukses dan bagi pemerintah daerah lebih peduli dengan memberikan prasarana jembatan buat adik-adik ini dan warga setempat… aamin ya rabbal allamiin,” tulis pemilik akun Facebook @Sri Isniwati. (Harpendik Waruwu)








