KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Peredaran sparepart handphone yang diduga ilegal dan tidak sesuai standar kualitas disebut-sebut semakin marak di Kota Medan. Kondisi ini dikhawatirkan merugikan konsumen, terutama mereka yang memperbaiki perangkat di sejumlah pusat penjualan aksesoris dan suku cadang handphone.
Salah seorang warga Medan, Andi, mengaku kecewa setelah mengalami dugaan penggunaan komponen yang tidak asli saat memperbaiki telepon genggam miliknya.
BACA JUGA: Gegara Main Handphone, Bobby Nasution Copot Jabatan Puji Latuperissa dari Sekretaris Diskop UKM Sumut
Menurut Andi, dirinya mengganti layar LCD handphone merek Samsung di salah satu toko sparepart yang berada di sebuah mal di Kota Medan. Namun, LCD yang dipasang diduga bukan produk asli sehingga hanya bertahan beberapa hari sebelum kembali mengalami kerusakan.
“Saya sempat memperbaiki LCD handphone milik saya yang mereknya Samsung, tapi bukan diberikan LCD Samsung yang asli. Yang saya duga ini merek palsu, sebab umurnya hanya beberapa hari saja,” ujar Andi kepada KLIKSUMUT.COM, Selasa (30/6/2026).
Selain LCD, Andi menyebut berbagai komponen lain seperti baterai dan sparepart handphone lainnya juga diduga banyak beredar tanpa kejelasan kualitas maupun keaslian produk.
Ia menegaskan bahwa kekecewaannya bukan ditujukan kepada teknisi atau pekerja toko, melainkan terhadap maraknya produk yang diduga palsu di pasaran.
“Saya bukan kecewa kepada pekerja toko tersebut, tapi saya kecewa karena banyaknya produk sparepart palsu yang beredar di Kota Medan ini,” katanya.
Andi berharap aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, dapat meningkatkan pengawasan terhadap peredaran sparepart handphone yang diduga ilegal. Menurutnya, jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat merugikan masyarakat sebagai konsumen.
BACA JUGA: Polsek TBS Berhasil Tangkap Dua Pelaku Penjambretan Handphone
“Saya harapkan pihak kepolisian bisa jeli melihat kondisi di Medan yang saat ini banyak beredar sparepart palsu. Tentunya dengan maraknya peredaran tersebut sangat merugikan konsumen,” tuturnya.
Maraknya dugaan peredaran sparepart handphone ilegal maupun tidak sesuai spesifikasi menjadi perhatian karena berpotensi menyebabkan kerugian ekonomi bagi masyarakat. Selain itu, penggunaan komponen berkualitas rendah juga dapat memengaruhi performa dan keamanan perangkat. (KSC)





