KLIKSUMUT.COM – Nama Mahadewa pernah menjadi salah satu kekuatan baru di industri musik rock Tanah Air. Dibentuk pada tahun 2011 oleh musisi legendaris Ahmad Dhani, Mahadewa hadir dengan konsep musik rock modern yang memadukan karakter kuat para personelnya.
Sejak awal berdiri, Mahadewa diperkuat enam personel dengan latar belakang musik yang mumpuni. Formasi awal band ini diisi oleh Judika sebagai vokalis, Ahmad Dhani sebagai pemimpin dan kibordis, Andry Franzy (eks Powerslaves dan Boomerang) sebagai gitaris, Vega Antares (gitaris sekaligus vokalis latar), Wawan TMG (eks Teaser) sebagai bassist, serta Ikmal Tobing di posisi drum.
Mengusung genre rock, Mahadewa langsung mencuri perhatian publik lewat lagu-lagu bernuansa emosional dan penuh energi. Dua hits terbesar mereka, yakni “Cinta Itu Buta” dan “Immortal Love Song”, dirilis pada tahun 2011 dan sukses menjadi favorit penikmat musik Indonesia.
BACA JUGA: MahaDewi: Perjalanan Panjang Duo Bentukan Ahmad Dhani hingga Reuni Formasi Asli 2023
Menariknya, kedua lagu tersebut kembali dihidupkan oleh Dewa 19 pada tahun 2023 dalam versi internasional. “Cinta Itu Buta” diadaptasi menjadi “Love Is Blind” (feat. All Stars), sementara “Immortal Love Song” dibawakan dalam versi Bahasa Inggris dengan judul yang sama.
Pada tahun 2013, Mahadewa merilis album bertajuk “Past To Present”, yang semakin mengukuhkan eksistensi mereka di kancah musik rock nasional.
Namun perjalanan band ini mengalami perubahan besar pada 2014. Judika memutuskan keluar dari Mahadewa untuk fokus pada karier solo. Posisi vokalis kemudian diisi oleh Virzha, yang dikenal sebagai finalis tiga besar ajang Indonesian Idol 2014.
BACA JUGA: Jejak Legendaris M.E Voices: Boyband Bandung Era 90-an yang Kembali Bersinar
Pergantian vokalis ini membawa warna baru dalam perjalanan Mahadewa, sekaligus menandai fase berbeda dalam dinamika band bentukan Ahmad Dhani tersebut.
Meski tidak seaktif dulu, Mahadewa tetap dikenang sebagai salah satu proyek musik penting di era 2010-an yang melahirkan karya-karya kuat dan berkarakter di industri musik Indonesia. (KSC)
TIM REDAKSI





