Madura United Masuk Zona Degradasi, Manajemen Bergerak Cepat Cari Pelatih Baru

Madura United Masuk Zona Degradasi, Manajemen Bergerak Cepat Cari Pelatih Baru
Madura United

KLIKSUMUT.COM | BANGKALAN – Madura United FC kini berada dalam tekanan besar setelah resmi masuk zona degradasi di ajang BRI Super League musim 2025/2026. Tim berjuluk Laskar Sape Kerrab itu menempati posisi ke-16 klasemen sementara dengan raihan 20 poin.

Meski memiliki jumlah poin yang sama dengan Persis Solo, Madura United harus rela berada di bawah karena kalah head-to-head musim ini. Situasi ini semakin genting lantaran Semen Padang FC memiliki poin identik, sementara PSBS Biak hanya terpaut dua angka di bawah mereka.

Perjalanan Madura United untuk keluar dari zona merah dipastikan tidak mudah. Dalam sembilan laga tersisa, mereka akan menghadapi tim-tim tangguh seperti Borneo FC Samarinda, Persik Kediri, dan Persebaya Surabaya.

Selain itu, mereka juga harus meladeni kekuatan Dewa United Banten FC, Bali United FC, Bhayangkara Presisi Lampung FC, PSIM Yogyakarta, hingga PSM Makassar.

Manajer Madura United, Umar A. Wachdin, menegaskan bahwa timnya memiliki tekad kuat untuk bangkit dan keluar dari ancaman degradasi.

BACA JUGA: Madura United vs Malut United 1-2: David da Silva Borong Dua Gol

Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah melakukan pergantian pelatih. Saat ini, Madura United tengah mencari pengganti Carlos Parreira yang sebelumnya menangani tim.

Nama Joel Cornelli sempat menjadi kandidat kuat, namun kesepakatan gagal tercapai. Untuk sementara, latihan tim dipimpin oleh Coach RB sambil menunggu pelatih definitif.

Bacaan Lainnya

“Misi besar kami jelas, ingin bangkit di sisa laga ini. Ini sudah menjadi perhatian serius dari presiden klub,” ujar Umar, Senin (30/3/2026).

Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, turut memberikan dorongan moral agar tim segera keluar dari zona degradasi dan tetap bertahan di kasta tertinggi musim depan.

Ia menekankan pentingnya keberanian dalam mengambil peluang di tengah situasi sulit.

BACA JUGA: Madura United Ditahan Imbang PSBS Biak 0-0 di Pamekasan, Kedua Tim Masih Terancam Degradasi

“Ayo bangkit bersama. Jika kami takut mengambil peluang, kesempatan akan terbuang. Jika kami berani mengambil kesempatan, peluang akan terwujud,” tegasnya.

Dengan sembilan pertandingan tersisa, peluang Madura United untuk bertahan sebenarnya masih terbuka lebar. Namun, konsistensi dan perubahan signifikan dalam performa tim menjadi kunci utama jika ingin selamat dari jurang degradasi.

Akankah Laskar Sape Kerrab mampu bangkit dan bertahan di BRI Super League musim depan? Semua akan ditentukan dalam laga-laga krusial ke depan. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait