“Setelah kita melihat bangunan yang tertunda kita sangat prihatin apalagi ini untuk kegiatan sosial. Harusnya pemerintah respon terhadap pembangunan di pesantren ini. Saya akan mengajukan surat ke dinas terkait untuk membantu pesantren ini,” tegasnya.
Baca juga: DPO Kejari Deli Serdang Kembali Diringkus Tim Tabur Kejatisu
Zahirman, SE selaku Ketua Pembina Yayasan Halimatussa’diah Amaliyah Indonesia pengelola Lembaga Tafidzul Qur’an Al UMM Smart Centre itu mengaku saat ini pihaknya sedang membangun ruang belajar untuk para anak didiknya. Saat ini masih 40 persen yang selesai sementara ajaran baru akan segera datang. Ia berharap ada perhatian dari berbagai pihak khususnya pemerintah.
“Harapan kami pengelola yayasan adanya perhatian pemerintah. Pembangunan 40 persen, membutuhkan hampir 500 juta lagi. Target sebelumnya harusnya September 2020 sudah selsai namun covid-19 hadir, dan kini kembali ditargetkan Juli 2021 selesai. Bulan Mei sudah harus masuk mobiler dan bangunan finis sehingga bisa digunakan,” bebernya.
Baca juga: Baru Dilantik, Jabal Nur Langsung Beraksi dan Tangkap DPO Kejari Deli Serdang
Sementara itu, selain melihat bangunan ruang belajar, ketua DPRD Deliserdang itu juga melihat langsung para santri yang tengah belajar membaca Al-Quran dan menghafal di mushalla dilantai dua di pesantren itu. (Red/Fhm)








