Jumlah Warga Miskin Menurun, Ini Kata Edy Rahmayadi

Gubsu Siapkan Beasiswa Untuk Mahasiswa Berprestasi dan Kurang Mampu
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi didampingi Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Ilyas Sitorus menjawab pertanyaan wartawan, baru-baru ini, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan.

MEDAN | kliksumut.com – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, mengklaim jumlah warga miskin di Sumatera Utara yang menurun pada September 2022 lalu sebagai keberhasilan pemerintahannya.

Hal itu dikatakan Edy kepada wartawan di Medan, Rabu (18/1/2023).

Edy menjelaskan beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan angka kemiskinan di Sumut. Pertama adalah keberhasilan Pemprov Sumut dalam merespons anggaran untuk program-program pengendalian inflasi. Sehingga hingga Desember 2022, laju inflasi dapat bertahan di angka 6,12%.

“Kenaikan BBM pada September menaikkan inflasi sampai 1%, namun pada bulan berikutnya Pemprov berupaya menahan laju inflasi dengan memberikan bantuan sosial berupa bantuan langsung tunai, bantuan sembako dan intervensi program di sektor rill, berupa bantuan kepada petani, nelayan dan UMKM berupa pemberian bibit dan peralatan,” katanya.

BACA JUGA: 6.100 Orang di Sumut Bangkit Dari Kemiskinan

Bacaan Lainnya

KOLABORASI

Selain itu, untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat Pemprov Sumut juga bekerja sama dengan BULOG dan distributor pangan, melakukan operasi pasar dan pasar murah terhadap berbagai komoditi terutama beras yang bertujuan menahan laju inflasi.

Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut Naslindo Sirait menambahkan, selain intervensi yang dapat mengurangi pengeluaran masyarakat melalui pengendalian inflasi dan pemberian bantuan-bantuan, Pemprov Sumut juga melakukan intervensi melalui peningkatan pendapatan perkapita masyarakat dengan berbagai program peningkatan pertumbuhan ekonomi seperti pemberdayaan UMKM.

Juga peningkatan pelayanan dasar seperti penyediaan air minum perpipaan, perbaikan infrastruktur ekonomi dengan membangun jalan provinsi dan pembangunan irigasi. Serta peningkatan KUR untuk menyediakan permodalan yang murah bagi UMKM dengan melibatkan perbankan di Sumut.

Menurut Naslindo, sesuai arahan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, di tahun 2023 ini mereka akan lebih fokus menangani kemiskinan ekstrim melalui berbagai program yang ada di setiap OPD. Seperti perbaikan rumah, sanitasi, lansia, masyarakat pesisir dan pemberian beasiswa kepada mahasiswa. Selain itu mereka juga akan terus menggalakkan iklim investasi yang kondusif, yang bisa membuka lapangan kerja baru, dan terus mengendalikan inflasi agar tetap terjaga.

BACA JUGA: BPS: Sumut Inflasi 6,12 Persen di Desember 2022

Faktor lain yang mengurangi angka kemiskinan ini adalah meningkatnya pertumbuhan ekonomi. Di triwulan II-2022 lalu, ekonomi Sumut dapat tumbuh sebesar 4,97%. Pertumbuhan ini lebih tinggi daripada triwulan sebelumnya yakni 3,95% . Selain itu menurunnya angka kemiskinan juga disebabkan menurunnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Yakni sebesar 6,16% pada Agustus 202 atau turun sebesar 0,17%.

“Penurunan kemiskinan ini juga tidak lepas dari sinergi program yang dilakukan oleh pemerintah. Baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota yang ada di Sumut,” tandasnya.

 

DATA BPS

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara menyatakan jumlah warga miskin di Sumatera Utara menurun. Yakni sebanyak 6.100 jiwa menjadi 1,26 juta jiwa di September 2022 lalu.

Penurunan ini disebut terjadi seiring dengan menurunnya angka kemiskinan di Sumut. Turun sebesar 0,09 point dari 8,42 persen di Maret 2022 menjadi 8,33 persen di September 2022.

Jumlah masyarakat miskin yang menurun ini terjadi di tengah indeks keparahan kemiskinan yang juga mengalami penurunan. Di mana artinya ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin atau penyebaran pengeluaran menjadi semakin baik.

[AS]

Pos terkait