Hashim Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berlanjut, Akui Ada Penyimpangan dan Minta Pengawasan Diperketat

Hashim Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berlanjut, Akui Ada Penyimpangan dan Minta Pengawasan Diperketat
Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo. (kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan pemerintah akan terus melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG)** sebagai salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, program tersebut tidak akan dihentikan hingga seluruh anak-anak dan ibu hamil yang menjadi sasaran mendapatkan akses makanan bergizi.

Pernyataan itu disampaikan Hashim saat menghadiri pengukuhan organisasi Srikandi Jaga Desa di Jakarta, Jumat (3/7/2026) kemarin.

Hashim menegaskan, keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis merupakan janji politik Presiden Prabowo yang telah disampaikan sejak masa kampanye dan akan terus dijalankan hingga target nasional tercapai.

BACA JUGA: Kejagung Tetapkan Brigjen Polri Aktif Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Keterlibatan Kolonel TNI Ikut Diusut

“Pemerintah sudah bertekad untuk melanjutkan program MBG. Tidak akan berhenti sampai kita berhasil memberikan makanan bergizi untuk semua anak-anak dan ibu-ibu hamil yang perlu makanan bergizi,” ujar Hashim.

Ia kembali menekankan bahwa komitmen tersebut merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Itu sudah ada tekad, itu janji kampanye Prabowo Subianto. Tidak akan berhenti, akan dilanjutkan,” tegasnya.

Hashim mengungkapkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukanlah kebijakan yang baru muncul. Menurutnya, ide tersebut telah diperkenalkan Prabowo sejak tahun 2006 sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus menurunkan angka stunting.

Komitmen itu kemudian terus dibawa dalam setiap kontestasi politik, mulai dari Pemilu 2009, 2014, 2019 hingga akhirnya menjadi salah satu program unggulan pada Pemilu 2024.

Program ini diharapkan mampu memperbaiki kualitas kesehatan generasi muda serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Di balik komitmen melanjutkan program tersebut, Hashim juga mengakui bahwa pelaksanaan Makan Bergizi Gratis masih menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Ia menyebut terdapat sejumlah penyimpangan yang dinilai dapat merusak citra program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Namun, dalam perjalanan program tersebut terdapat penyelewengan, penyimpangan, bahkan ada yang merusak citra program yang mulia ini,” katanya.

Karena itu, ia meminta seluruh pihak meningkatkan pengawasan agar pelaksanaan program berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.

Hashim berharap organisasi Srikandi Jaga Desa dapat berperan aktif dalam mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis hingga ke tingkat desa.

Menurutnya, organisasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai mitra pemerintah, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pengawasan melalui pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat.

Dengan pengawasan yang lebih kuat, ia optimistis potensi penyimpangan dapat diminimalkan sehingga manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

BACA JUGA: Pemerintah Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, Mensesneg: MBG Harus Tepat Sasaran dan Sesuai SOP

Selain Program Makan Bergizi Gratis, Hashim juga menyoroti pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih yang menurutnya mulai menunjukkan indikasi penyimpangan.

Ia mengaku telah menerima berbagai laporan terkait dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program tersebut.

“Saya sudah mendengar dan menerima banyak laporan bahwa sudah ada indikasi penyimpangan. Karena itu saya titip, Pak Wakil Menteri, pengawasannya harus sangat ketat,” ujarnya.

Hashim juga menyinggung pelaksanaan Sekolah Rakyat sebagai salah satu program strategis pemerintah yang membutuhkan pengawalan serius agar seluruh manfaatnya dapat dirasakan masyarakat sesuai tujuan awal.

Pemerintah menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tetap menjadi salah satu program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Meski menghadapi berbagai tantangan dan indikasi penyimpangan di lapangan, pemerintah memastikan program akan terus berjalan dengan pengawasan yang lebih ketat agar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak serta ibu hamil di seluruh Indonesia. (KSC)

Pos terkait