KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas korupsi. Komitmen ini ditegaskan dalam puncak peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 yang mengusung tema “Mewujudkan Pemerintahan Bersih Menuju Ekonomi Kuat: Penguatan Integritas dan Budaya Kerja ASN BerAKHLAK”.
Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso menekankan pentingnya momentum Hakordia untuk memperkuat integritas dalam pelaksanaan berbagai Program Prioritas Nasional, mulai dari hilirisasi, penciptaan lapangan kerja berkualitas, penguatan ekonomi digital, hingga transisi energi.
“Momentum Hakordia ingin kita manfaatkan untuk memperkuat kembali komitmen integritas dalam pelaksanaan tugas kita sebagai birokrat,” tegas Susiwijono, Kamis (11/12/2025)
Kemenko Perekonomian kembali menorehkan capaian positif. Pada Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025 yang dilakukan oleh KPK, kementerian ini meraih Indeks Integritas 81,77 dengan kategori terjaga. Peringkat tersebut menempatkan Kemenko Perekonomian di posisi 6 besar kategori kementerian, naik dari posisi 9 pada tahun sebelumnya.
SPI tidak hanya menjadi alat ukur, tetapi juga menjadi katalis untuk perbaikan tata kelola dan penguatan budaya kerja.
Dalam kesempatan tersebut, Susiwijono juga menyoroti proses aksesi Indonesia menjadi anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang disebutnya sebagai tonggak penting untuk memperkuat standar tata kelola.
BACA JUGA: JNE Distribusikan Lebih Dari 500 Ton Bantuan dari #TemanJNE Untuk Korban Bencana Sumatera
“Begitu kita menjadi anggota OECD, seluruh praktik layanan dan penyelenggaraan pemerintahan harus comply dengan standar internasional,” ungkapnya.
Standar ini mencakup berbagai sektor strategis seperti perdagangan, investasi, perpajakan, pengelolaan BUMN, hingga standar antikorupsi.
Kemenko Perekonomian menegaskan bahwa pencegahan korupsi adalah bagian dari komitmen kolektif seluruh pegawai. Nilai dasar ASN BerAKHLAK terus diperkuat sebagai pondasi birokrasi yang profesional, adaptif, dan berintegritas.
Sejalan dengan itu, Kemenko Perekonomian meluncurkan e-book “Ekon Smart BerAKHLAK” yang menjadi panduan integritas dan etika kerja bagi ASN.
Inspektur Kemenko Perekonomian Mirza Sofjanhadi Mashudi menyampaikan bahwa e-book tersebut akan menjadi pedoman praktis bagi seluruh pegawai.
“E-book ini adalah komitmen bersama untuk menghadirkan pedoman integritas yang mudah diakses, relevan, dan aplikatif,” ujarnya.
Acara tersebut juga diisi dengan penandatanganan Komitmen Pimpinan oleh Sesmenko, para Kepala Biro, dan para Sekretaris Deputi.
BACA JUGA: Bank Sumut Salurkan 4 Laptop untuk Sekolah Bintang Rabbani, Dorong Literasi Digital di Deli Serdang
Rangkaian kegiatan Hakordia 2025 juga menghadirkan talkshow bertajuk “Satukan Aksi Lawan Korupsi, ASN Ber-AKHLAK Jadi Fondasi” yang menghadirkan sejumlah tokoh, antara lain: Eko Prasodjo, Anggota Komite Nasional Kebijakan Governansi (KNKG), Muhammad Indra Furqon, Widyaiswara Ahli Madya Anti-Corruption Learning Center KPK dan Benny Wijaya, Ketua BUMN Muda
Turut hadir pula Plt. Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Dida Gardera, serta Inspektur Kemenko Bidang Pangan Reni Sutaryo.
Peringatan Hakordia 2025 di Kemenko Perekonomian menegaskan kembali pentingnya integritas sebagai fondasi utama pemerintahan yang bersih dan ekonomi nasional yang kuat. Dengan capaian Indeks Integritas yang meningkat, dorongan menuju standar OECD, dan penguatan budaya ASN BerAKHLAK, Kemenko Perekonomian menargetkan birokrasi yang semakin akuntabel dan berdaya saing global.







