Dengan jiwa korsa tersebut, Edy Rahmayadi pun meminta segala perintah dan tugas jabatan, harus bisa diterjemahkan agar bisa melaksanakan pekerjaan dengan baik. Namun saat ini, lanjutnya, pemerintah tidak bisa bekerja dengan standar biasa, tetapi harus lebih berprestasi. “Kejarlah dengan syarat kalian harus jujur, benar, berani, tulus dan ikhlas,” katanya.
Terkait proses seleksi melalui lelang jabatan, Edy meyakinkan, bahwa dirinya hanya menerima hasilnya dari panitia yang kemudian melibatkan para ahli, akademisi dan pejabat yang mewakili Pemprov Sumut. Selanjutnya, ia tinggal memilih satu dari tiga nama yang diajukan tim seleksi, dimana peringkat pertama menjadi pilihan.
BACA JUGA: Gubernur Sumut Terus Galakkan Vaksinasi Massal, Agar Percepatan Roda Perekonomian
“Dia (pejabat yang dilantik) harus malu kalau tidak bisa melaksanakan tugas dan harus rela melepaskan jabatannya itu apabila tidak mampu. Jadi soal ‘suka atau tidak suka’ itu saya tidak tahu. Jadi yang masuk ke saya (dari Timsel) ada nomor satu, dua dan tiga. Saya pilih yang nomor satu (nilai tertinggi), dan siapapun dia saya tidak persoalkan,” jelasnya.








