Geuchik di Tanah Luas Kembalikan Stempel, Ini Masalahnya ?

  • Whatsapp

Sementara itu Hal yang sama ditegaskan oleh Camat Tanah Luas Usman K, S.Sos yang juga hadir dalam forum negosiasi.

“Dulu saya tinggal di Tanah Luas, saya waktu remaja bakar ayam di Pante Bahagia, saya juga ikut Pramuka disana, jelas batasnya sungai,” kata Usman K.

Bacaan Lainnya

Baca juga: DPK – KNPI Lhoksukon: DPRK Aceh Utara Jangan asal janji

Namun karena Perbup menjadikan dasar tapal batas adalah Peta Topografi TNI AD tahun 1997 maka sebagian kecamatan tanah luas menjadi wilayah kecamatan Paya Bakong dan sungai bukan lagi sebagai pedoman tapal batas.

Sedangkan pemerintah Aceh Utara melalui Asisten I Sekda Aceh Utara Dayan Albar mengatakan, jika fakta dan bukti sudah kuat maka pihak yang merasa dirugikan oleh Perbup silakan menempuh jalur hukum untuk membatalkan Perbup tersebut.

Baca juga: 250 Mahasiswa KKM Umuslim Ditempatkan di Lhoksukon dan Matangkuli

“Jalurnya sudah ada, jika nanti pengadilan telah membatalkan Perbup maka kami akan ikuti,” kata Dayan Albar selaku Asisten I Pemerintah Aceh Utara.

Terkait pengembalian stempel geuchik, Dayan menilai hal itu salah satu bentuk penyampaian aspirasi dari forum geuchik. “Biasa itu. Karena tidak semudah itu cara untuk mengundurkan diri sebagai aparatur desa, semua itu punya aturan. Nanti kita akan melakukan musyawarah bersama pihak Muspika setempat, supaya pelayanan masyarakat di desa tetap berjalan sebagaimana biasanya,” kata Dayan Albar (syahrul)

Pos terkait