Gajah Masuk Kebun di Langkat: Warga Sebut Akibat Hutan TNGL Semakin Rusak

Gajah Masuk Kebun di Langkat: Warga Sebut Akibat Hutan TNGL Semakin Rusak
GAJAH RUSAK KEBUN SAWIT: Kawanan gajah liar masuk kebun warga dan merusak tanaman sawit di di Dusun Aras Napal, Desa Bukitmas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Kamis (11/9)2025) malam. (FOTO: Ist)

KLIKSUMUT.COM | BESITANG – Kawanan gajah liar (Elephas maximus) merusak tanaman warga di Dusun Aras Napal, Desa Bukitmas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Kamis (11/9)2025) malam.

Sekretaris Desa (Sekdes) Bukitmas, Musa Tarigan mengatakan, kuat dugaan kawanan gajah liar nekat masuk ke perkebunan warga akibat tidak lagi mendapatkan makanan yang cukup di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

“Hutannya sudah rusak. Mana ada lagi makanan di situ. Itu sebabnya masuk kebun warga,” ujar Musa Tarigan kepada wartawan, Jumat (12/9)2025),

BACA JUGA: Serangan Gajah Liar Teror Warga Aras Napal Langkat: Kebun Hancur, Petani Merugi

Musa juga menilai, gangguan ini terjadi karena habitat gajah di dalam hutan TNGL semakin rusak disebabkan aksi perambahan liar dan adanya praktik alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian.

Bacaan Lainnya

Penyempitan habitat alami gajah di Kawasan TNGL, tidak hanya menganggu mata rantai makanan, tetapi juga memaksa satwa mencari makan ke areal pemukiman warga.

“Gajah tidak hanya merusak sawit yang baru tanam, tapi juga pohon sawit yang sudah besar. Mereka tumbangkan semuanya,” kata Musa.

BACA JUGA: Tinjau Lokasi Konservasi Gajah di Aceh Tengah, Mualem Komitmen Atasi Konflik Manusia-Satwa Liar

BKSDA Kewalahan
Gangguan gajah ini telah dilaporkan wargaberulang kali kepada pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), namun upaya penanganan belum membuahkan hasil. Petugas BKSDA telah beberapa kali turun ke lapangan untuk menghalau gajah, namun serangan gajah tetap terjadi.

“Kami sudah lapor berkali-kali, tapi belum ada tindakan yang benar-benar menyelesaikan masalah,” keluh Rosmita

BACA JUGA: Gajah Liar Kembali Teror Pemukiman Warga Aceh Selatan, Warga Desak Tindakan Konkret

Ancaman Konflik Satwa dan Manusia
Fenomena ini menambah daftar panjang konflik antara manusia dan satwa liar di kawasan TNGL. Sebelumnya, konflik serupa juga terjadi di Desa Mekar Makmur, Langkat, yang menyebabkan seorang petani luka-luka akibat serangan gajah liar. Para ahli konservasi menilai bahwa semakin dekatnya aktivitas manusia ke jalur jelajah satwa menjadi pemicu utama konflik ini.

Serangan gajah liar di Aras Napal menjadi pengingat bahwa konservasi bukan hanya soal menjaga satwa, tetapi juga soal melindungi kehidupan masyarakat di sekitar kawasan hutan. Diperlukan langkah terpadu antara pemerintah, lembaga konservasi, dan masyarakat untuk menciptakan solusi yang adil dan berkelanjutan.

BACA JUGA: Harimau Terkam 2 Warga di Langkat Punya Kalung Khusus di Leher

Serangan Gajah Liar
Kawanan gajah liar yang masuk ke lahan warga diperkirakan berjumlah 13 ekor. Hewan berbelalai panjang ini merusak tanaman sawit, pisang, dan kelapa.

“Kami sangat resah. Gajah-gajah itu masuk ke kebun dan menghancurkan tanaman kami. Kerusakan bisa mencapai setengah hektare,” ujar Rosmita.

Sebelumnya, kemunculan harimau Sumatera (Panthera tigris sondaica) juga sempat meresahkan warga setempat. (KSC)

REPORTER: Doddy Ariandi

Pos terkait