REPORTER: Swisma
EDITOR: Wali
KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara menyelenggarakan evaluasi program kerja dan capacity building bagi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Sumatera Utara di Medan, Kamis (5/12/2024). Acara ini menyoroti sinergi strategis untuk mempercepat inklusi keuangan di tingkat daerah.
Kepala OJK Sumut, Khoirul Muttaqien, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan masyarakat. “TPAKD adalah langkah strategis untuk memperluas akses keuangan, mendorong potensi ekonomi daerah, dan mendukung program pemerintah dalam literasi dan inklusi keuangan,” ujar Muttaqien.
BACA JUGA: Evaluasi Program GENIUS 2024, Pemkot Binjai Raih Terbaik 1 Nasional
Kolaborasi untuk Inklusi Keuangan
Penjabat Sekretaris Daerah Sumut, Muhammad Armand Effendy Pohan, turut menyoroti pentingnya program berbasis potensi daerah. Ia menyebut pasar modal sebagai instrumen penting dalam akselerasi pembangunan. “Pasar modal tidak hanya menjadi akses bagi perusahaan, tetapi juga solusi pendanaan yang efisien bagi pemerintah daerah,” katanya.
Untuk mendukung visi tersebut, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkab Langkat, Bank Mandiri, dan KUD Rahmat Tani dalam Program Pengembangan Sawit Rakyat (SERAYA). Kerja sama ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani sawit di Langkat.
Penghargaan dan Capaian TPAKD
Dalam acara ini, OJK memberikan apresiasi kepada tiga daerah yang paling aktif dalam memperluas akses keuangan, yaitu Kabupaten Langkat, Kota Pematangsiantar, dan Kabupaten Simalungun. Salah satu program unggulan yang disoroti adalah Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2024.
Selama BIK 2024, tercatat 73 kegiatan dengan total partisipasi 31.547 orang. Kegiatan ini melibatkan lembaga keuangan, pemerintah daerah, dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (Forkom IJK) Sumut.
Sesi Materi Strategis
Dalam capacity building ini, berbagai topik strategis dibahas. Dien Sukmarini dari Direktorat Pengembangan Pasar Modal OJK memaparkan potensi penerbitan sukuk dan obligasi daerah sebagai instrumen pendanaan pembangunan berkelanjutan.
Astrieni Amelya Pasaribu dari Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Sumut menjelaskan manfaat produk pasar modal sebagai alternatif pembiayaan bagi pemerintah dan pelaku usaha.
BACA JUGA: Bupati Sergai Terima DIPA dan TKDD TA 2022
Merancang Program TPAKD 2025
Rangkaian acara juga mencakup evaluasi program kerja TPAKD 2024 dan perencanaan tematik untuk 2025. Diskusi ini menyoroti penguatan literasi pasar modal, kolaborasi lintas sektor, dan optimalisasi teknologi digital.
Acara ini mencerminkan komitmen OJK dan TPAKD Sumut dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di daerah, sekaligus memperkuat perekonomian lokal melalui sinergi yang berkelanjutan. (KSC)








