KLIKSUMUT.COM | ASAHAN – Pemerintah Kabupaten Asahan secara resmi memaparkan capaian kinerja pembangunan sepanjang tahun anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Asahan, Senin (30/3/2026).
Rapat yang berlangsung di Ruang Rambate Rata Raya ini menjadi momentum krusial untuk mengevaluasi realisasi program kerja yang telah dijalankan pemerintah daerah.
BACA JUGA: Rayakan HUT ke-80, Ribuan Warga ‘Ramaikan’ Kisaran dalam Ajang Asahan Berlebarun 2026
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Asahan, Efi Irwansyah Pane, dan dihadiri oleh Wakil Bupati Asahan Rianto, unsur pimpinan dan anggota dewan, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta unsur Forkopimda Kabupaten Asahan.
Dalam pidatonya, Wakil Bupati Rianto mengungkapkan bahwa Kabupaten Asahan mencatatkan tren positif pada sejumlah indikator makro pembangunan. Pertumbuhan ekonomi daerah menunjukkan performa yang cukup signifikan.
PDRB: Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku naik dari Rp57,45 triliun menjadi Rp63,14 triliun (tumbuh 6,42%).
IPM: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 74,17 menjadi 75,13, yang mengukuhkan posisi Asahan dalam kategori “Tinggi”.
Kesejahteraan: Angka kemiskinan berhasil ditekan dari 8,12% menjadi 7,18%, sementara tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 5,46%.
“Capaian ini adalah hasil kolaborasi lintas sektor. Kita melihat pertumbuhan penduduk sebesar 1,34 persen yang dibarengi dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Wakil Bupati Asahan, Rianto.
Dari sisi fiskal, Pemkab Asahan melaporkan pengelolaan keuangan yang cukup sehat. Sepanjang tahun 2025, realisasi pendapatan daerah menyentuh angka Rp1,90 triliun atau sekitar 96,72% dari target. Sementara itu, realisasi belanja daerah terserap sebesar Rp1,92 triliun (94,22%) dari total anggaran Rp2,04 triliun.
Pemerintah daerah juga berhasil mempertahankan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk kedelapan kalinya secara berturut-turut, yang menjadi bukti komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih (Clean Governance).
Penyampaian LKPJ ini juga menyoroti progres sembilan program prioritas pembangunan yang menjadi janji politik pemerintah daerah, di antaranya:
Pendidikan & Kesehatan: Rehabilitasi 65 sekolah, pemberian beasiswa kepada 1.164 siswa/mahasiswa, serta jaminan kesehatan bagi 163 ribu warga.
Infrastruktur: Pembangunan jalan sepanjang 52,9 kilometer serta penguatan infrastruktur pascabencana.
Ekonomi & Pangan: Penerbitan hampir 5.000 izin usaha, pembentukan 204 koperasi desa, serta penguatan sistem irigasi untuk swasembada pangan.
Inovasi & Lingkungan: Peningkatan indeks inovasi daerah melalui sistem geospasial dan pengembangan ruang terbuka hijau yang lebih luas.
BACA JUGA: Apel Perdana Pasca-Lebaran, Mesin Birokrasi Asahan ‘Tancap Gas’ dengan Rekor Kehadiran 98 Persen
Ketua DPRD Asahan, Efi Irwansyah Pane, menutup rapat pada pukul 12.55 WIB. Setelah penyampaian ini, DPRD akan membentuk panitia khusus (Pansus) untuk menelaah dokumen LKPJ tersebut secara mendalam.
Hasil dari telaah ini nantinya akan melahirkan Rekomendasi DPRD yang bersifat strategis. Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi kompas bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki kekurangan dan mengakselerasi pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Asahan pada tahun-tahun mendatang. (KSC)
Reporter: Dinda Meyla Sari








