Edi Saputra: Pemecatan Kepling Pungli Jangan Jadi Pencintraan

MEDAN | kliksumut.com Belum lama ini Ini Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution memecat Kepala Lingkungan (kepling) VIII Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Kecamatan Medan Timur bernama Sulistyo yang melakukan pemungutan liar (Pungli) kepada warganya sebesar 1,7 juta untuk pengurusan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Sebelumnya sudah ada juga Kepling yang pungli diantaranya. Kepling 17 bernama bernama ES Kelurahan Harjosari II Kecamatan Medan Amplas. Ada juga Kepling VI Kelurahan Bantan Kecamatan Medan Tembung bernama AR.

BACA JUGA: Bobby Minta Dukungan PDGI Wujudkan Medical Tourism

Dengan adanya beberapa Kepling yang dipecat akibat pungli. Menjadi perhatian serius dari Edi Saputra ST Sekretaris Fraksi PAN DPRD Medan.

“Sudah beberapa banyak Kepling yang dipecat akibat pungli, tapi kok tidak ada efek jera ataupun takut. Malah semakin menjadi-jadi, dan semakin banyak,” kata Edi Saputra saat dikonfirmasi via selular Jum’at (21/01/22).

Menurutnya, pemecatan Kepling ini, jangan jadi ajang pencitraan tapi harus jadi efek jera bagi para pelakunya dan hal yang menakutkan bagi kepling yang lain.

“Dan kenapa mereka melakukan pungli, tentunya dilihat dulu proses saat akan jadi kepling sebelumnya. Apakah, saat menjadi mau jadi kepling harus membayar atau bagaimana? Sehingga mau melakukan pungli, untuk membalikkan modal saat mau jadi Kepling? tanya anggota DPRD kota Medan Komisi 1.

Lanjutnya, Seandai mau menjadi kepling harus bayar, tentunya hal yang tidak wajar. Dan bisa membuat masyarakat resah dalam pengurusan KK dan KTP. Belum lagi administrasi lainnya demi kepentingan masyarakat.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Wakil Ketua DPRD Medan: Kadis Baru Harus Dukung Wali Kota

Edi meminta, Wali kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution agar benar-benar tegas dalam proses terpilihnya kepling. Dan jangan sampai ada lagi isu berkembang dimasyarakat awam. Untuk jadi kepling harus bayar 10-20 Juta.

“Jika memang mau jadi kepling sampai bayar, tentunya oknum kepling tersebut akan berupaya mengembalikan modalnya dulu,” tegasnya.

Diutarakannya, kalau jadi kepling tak dipungut biaya dapat dipastikan akan bekerja maksimal demi kepentingan masyarakat. Karena kerja jadi Kepling ini langsung kewarga, jadi segala permasalahan warga harus segera ditindaklanjuti dengan secepatnya.

“Dengan cara seperti itu nantinya, apa yang diminta Pemko Medan kemasyarakat melalui Kepling akan segera cepat dilaksanakan,” ungkap Edi. (Alian)

Pos terkait