Duka Neymar, Kane, dan Ronaldo Saat Gagal Melaju ke Semifinal

Duka Neymar, Kane, dan Ronaldo Saat Gagal Melaju ke Semifinal
Pesepak bola Cristiano Ronaldo tampak sedih setelah Portugal gagal mencetak gol dalam laga babak perempat final Piala Dunia melawan Maroko, Sabtu (10/12). (Foto: REUTERS/Carl Recine)

kliksumut.com – Kekalahan tim-tim unggulan untuk mengamankan tiket semifinal Piala Dunia meninggalkan duka yang cukup mendalam bagi para pemainnya. Setidaknya hal itu ditampakkan oleh tiga pesepak bola kawakan, yaitu Harry Kane (Inggris), Neymar (Brazil), dan Cristiano Ronaldo (Portugal).

Kapten skuat Inggris Kane mengatakan dia harus berdamai dengan kenyataan bahwa tendangan penalti keduanya gagal merobek gawang juara bertahan Prancis dalam babak perempat final Piala Dunia, Sabtu (10/12). Akibatnya Tim Tiga Singa (Three Lions) harus angkat koper lebih cepat meninggalkan Qatar.

Striker itu berhasil mengimbangi skor Tim Ayam Jantan 1-1 melalui tendangan penalti pertama yang sukses di menit ke-54. Sepakan itu juga membuat Kane berhasil menyamai rekor pemain lawas Wayne Rooney yang selama kariernya telah menyumbangkan 53 gol untuk Inggris.

BACA JUGA: Ekuador Kalahkan Qatar Dengan Skor 2-0 di Pembukaan Piala Dunia 2022

Kane kemudian memiliki kesempatan untuk mengejar skor menjadi 2-2 setelah Mason Mount dilanggar pemain Les Bleus, Theo Hernandez, di area penalti. Namun, kali ini usahanya gagal. Tendangan penalti yang dilesakkan Kane meleset, melambung tinggi di atas mistar gawang lawan.

Setelah wasit meniupkan peluit panjang tanda laga berakhir, Kane duduk berjongkok, dan tertunduk lesu menatap lapangan hijau sebelum akhirnya berjalan pergi meninggalkan arena sambil menangis. Bahkan pelatih Inggris Gareth Southgate ikut turun menghiburnya.

“Saya bukan tipe orang yang terlalu memikirkannya (penalti), saya mempersiapkan hal yang sama apakah saya mendapat satu atau dua (tendangan) penalti dalam satu pertandingan,” kata Kane kepada BBC yang dikutip kliksumut.com dari voaindonesia.com.

“Tentu saja itu (kekalahan) adalah sesuatu yang harus saya jalani dan tanggung. Namun yang bisa kita lakukan hanyalah berbangga satu sama lain dan tahu bahwa tim (kami) berada di posisi yang sangat bagus di masa mendatang,” katanya.

Psikologis Neymar Hancur

Sementara Neymar mengatakan pada Sabtu (10/12) bahwa dia “hancur secara psikologis” atas tersingkirnya Tim Samba dari laga Piala Dunia. Brazil tereliminasi dengan sangat memilukan saat melakukan drama adu penalti dengan Kroasia. Neymar mengakui kekalahan kali ini lebih menyakitkan daripada kegagalan dalam laga-laga lain sepanjang kariernya.

Torehan prestasi pemain berusia 30 tahun itu sangat fantastis. Ia berhasil mensejajari rekor gol ikon sejarah sepak bola Brazil, Pele. Neymar sukses menyumbangkan gol ke-77 untuk Tim Selecao dalam pertandingan melawan Kroasia yang berakhir dengan skor 1-1 setelah babak pertambahan waktu pada Jumat (9/12).

Namun, dia tidak sempat mengeksekusi tendangan penalti dalam adu penalti yang dimenangkan Kroasia 4-2 untuk dapat melaju ke babak semifinal. Sang pelatih, Tite, menempatkan Neymar sebagai eksekutor terakhir dalam adu penalti tersebut, sementara dua dari empat penendang penalti Brazil gagal mengoyak gawang Kroasia.

Psikologis Neymar Hancur

Sementara Neymar mengatakan pada Sabtu (10/12) bahwa dia “hancur secara psikologis” atas tersingkirnya Tim Samba dari laga Piala Dunia. Brazil tereliminasi dengan sangat memilukan saat melakukan drama adu penalti dengan Kroasia. Neymar mengakui kekalahan kali ini lebih menyakitkan daripada kegagalan dalam laga-laga lain sepanjang kariernya.

Torehan prestasi pemain berusia 30 tahun itu sangat fantastis. Ia berhasil mensejajari rekor gol ikon sejarah sepak bola Brazil, Pele. Neymar sukses menyumbangkan gol ke-77 untuk Tim Selecao dalam pertandingan melawan Kroasia yang berakhir dengan skor 1-1 setelah babak pertambahan waktu pada Jumat (9/12).

Namun, dia tidak sempat mengeksekusi tendangan penalti dalam adu penalti yang dimenangkan Kroasia 4-2 untuk dapat melaju ke babak semifinal. Sang pelatih, Tite, menempatkan Neymar sebagai eksekutor terakhir dalam adu penalti tersebut, sementara dua dari empat penendang penalti Brazil gagal mengoyak gawang Kroasia.

Neymar mengatakan tersingkirnya Brazil dalam pertandingan babak perempat final melawan Kroasia tersebut mungkin adalah laga terakhir yang dimainkan untuk negaranya. Namun, legenda sepak bola Brazil Pele mendesaknya untuk “terus menginspirasi kami.”

Pele yang berusia 82 tahun itu mengatakan di akun Instagram bahwa dia berharap penyerang superstar tersebut akan terus bermain bersama tim nasional.

Pos terkait