KLIKSUMUT.COM | BANTUL – Laga sarat drama tersaji di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (24/8/2025), saat PSIM Yogyakarta menahan imbang Persib Bandung 1-1 dalam lanjutan Super League 2025/2026. Dalam pertandingan yang penuh ketegangan ini, dua penalti Persib gagal berbuah gol, sementara PSIM sempat memimpin lewat eksekusi tenang Ze Valente, sebelum dibalas oleh gol dramatis Patricio Matricardi di masa injury time.
Namun drama belum berakhir Marc Klok menjadi eksekutor penalti kedua Persib di menit ke-100, tapi lagi-lagi, keberuntungan tak berpihak pada tim tamu. Sepakannya gagal, dan skor 1-1 pun bertahan hingga peluit akhir berbunyi.
Hasil imbang ini menjaga rekor tak terkalahkan PSIM Yogyakarta dalam tiga laga awal musim. Usai menekuk Persebaya 2-0 dan menahan Arema FC 1-1, kali ini giliran Persib Bandung yang harus puas berbagi angka.
Sementara itu, tim Maung Bandung kembali gagal meraih kemenangan di laga tandang. Setelah sebelumnya tumbang 2-1 dari Persijap Jepara, kini mereka hanya mampu membawa pulang satu poin dari Bantul.
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. PSIM yang bermain di hadapan ribuan pendukungnya tampil percaya diri sejak awal. Menit ke-13, Melvin Haljeta hampir membuka keunggulan tuan rumah, namun sepakannya masih melambung di atas mistar.
BACA JUGA: Laga Panas di Sultan Agung, PSIM Yogyakarta Tantang Persib Bandung
Tiga menit berselang, giliran Ezequiel Vidal yang mengancam. Tapi lagi-lagi Teja Paku Alam tampil gemilang di bawah mistar.
Persib mencoba bangkit, tetapi serangan mereka kerap mentah di lini tengah. PSIM bahkan nyaris mencetak gol lewat Fathur Ghulam, sebelum Julio Cesar menyelamatkan Persib dari kebobolan.
PSIM akhirnya membuka keunggulan di menit 63 melalui titik putih. Pelanggaran Julio Cesar terhadap pemain PSIM membuat wasit menunjuk titik penalti, dan Ze Valente tanpa ampun menaklukkan Teja. Skor 1-0 untuk tuan rumah.
Namun drama memuncak ketika Persib mendapat penalti pertama mereka. Handball Reva Adi Utama membuat wasit kembali menunjuk titik putih. Uilliam Barros maju sebagai algojo—dan gagal! Sepakannya melambung tinggi, membuat bench Persib terpaku.
Masuk masa injury time, Persib menggila. Mereka terus menekan dan akhirnya menyamakan skor melalui sundulan bek Patricio Matricardi yang ikut naik membantu serangan. Skor 1-1 di menit ke-93.
Tensi memuncak saat wasit memberi penalti kedua untuk Persib di menit ke-100. Kali ini Marc Klok dipercaya jadi algojo. Tapi tekanan terlalu besar. Sepakannya gagal menaklukkan Cahya Supriyadi, kiper muda PSIM yang tampil bak tembok malam ini.
Penampilan gemilang Cahya Supriyadi menjadi sorotan. Ia melakukan total tujuh penyelamatan krusial, termasuk menepis peluang-peluang dari Frans Putros, Luciano, hingga penalti Marc Klok. Tanpa ragu, ia layak dinobatkan sebagai Man of the Match.
Hasil ini membawa PSIM mengoleksi 5 poin dari 3 laga, sementara Persib mengumpulkan 2 poin dari jumlah pertandingan yang sama. PSIM akan menghadapi PSS Sleman dalam laga panas Derby Mataram pekan depan, sedangkan Persib harus segera bangkit saat menjamu Barito Putera di Bandung. (KSC)








