KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyampaikan bahwa upaya deregulasi di berbagai kementerian diprediksi dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional hingga 0,78 persen. Langkah ini dinilai mampu mengakselerasi perekonomian yang saat ini tumbuh di kisaran 5 persen menjadi mendekati 6 persen.
“Kalau sekarang perekonomian tumbuh 5 persen, kalau semua kementerian melakukan terobosan itu bisa naik 6 persen. Belum ditambah Presiden melakukan pengeluaran anggaran belanja pemerintah yang sekarang lagi besar-besaran,” ujar Erick Thohir di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu, (7/12/2025)
Erick menjelaskan bahwa Kemenpora tengah berkolaborasi dengan Kementerian Perindustrian serta Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk merumuskan regulasi baru terkait penguatan ekosistem jenama olahraga lokal. Langkah ini ditargetkan dapat membuat produk-produk olahraga dalam negeri menguasai pasar domestik secara lebih dominan.
BACA JUGA: Hingga 4 Desember 2025 Bantuan Disalurkan Rp3,9 Miliar, IJK Diimbau Peduli Masyarakat Terdampak
Salah satu kebijakan yang tengah digodok adalah penetapan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada produk olahraga, guna memastikan kualitas sekaligus memperbesar penggunaan produk lokal.
Erick Thohir sebelumnya menyatakan optimistis bahwa industri olahraga dapat menjadi sektor strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini didasarkan pada potensi pasar global yang sangat besar.
Di Amerika Serikat, nilai industri olahraga mencapai 417 miliar dolar AS, berdasarkan laporan konsultan keuangan Inggris Kearney yang dirilis pada 1 Juni 2025. Kearney juga memperkirakan industri olahraga dunia akan tumbuh rata-rata 8 persen per tahun, dan pada tahun 2030 bisa menembus 602 miliar dolar AS.
BACA JUGA: Tingkatkan Kemudahan Berusaha, OJK Sederhanakan Aturan Baru Pergadaian
Menteri UMKM Maman Abdurahman turut memproyeksikan bahwa industri olahraga di Indonesia pada tahun 2024 mencatat pertumbuhan hingga Rp41 triliun. Sementara itu, Kementerian Perindustrian melaporkan bahwa ekspor alat olahraga meningkat 4,2 persen pada periode Januari–Agustus, dengan nilai ekspor mencapai 84,78 juta dolar AS.
Dengan berbagai capaian tersebut, deregulasi yang tengah dirancang diyakini dapat semakin memperkuat fondasi ekosistem industri olahraga lokal. Pemerintah berharap kombinasi antara peningkatan kualitas produk, penguatan pasar domestik, serta dukungan regulasi akan melahirkan industri olahraga nasional yang kompetitif di kancah global. (KSC)
TIM REDAKSI





