Cekcok Rebut Lahan Pertanian, Petani Mekar Jaya Tewas

REPORTER: Dody Ariandi
EDITOR: Wali

KLIKSUMUT.COM | BINJAI – Duka yang mendalam bagi keluarga besar alm. Rusno dan Almh. Asni atas meninggalnya Sujono, 45, anak ke 7 dari 10 bersaudara, berdomisili sebagai warga Jalan Samanhudi Pasar 4, Kelurahan Bakti Karya, Kecamatan Binjai Selatan.

Pria 45 tahun ini akrab di sapa Nasib, profesinya sebagai anggota Petani Koperasi Mekar Jaya Binjai, Senin 6 Mei 2024 pukul 18.00 WIB sore hari, Warga dihebohkan sudah ditemukan tewas dipinggir Jalan wilayah Kampung Beguldah, Kecamatan Binjai Selatan.

Amatan keterangan dari rekan kerja alm. Sujono, beliau sama sekali tidak punya musuh baik dilingkungan kerja, maupun di rumah tangga.

BACA JUGA: Lahannya Diratakan PTPN 2, Masyarakat Desa Simalingkar A Bentrok Dengan Aparat

Pertikaian itu murni dari konflik berawal saat para petani kelompok Tani Mekar Jaya melakukan aktivitas seperti biasanya dikawasan lahan pertanian, namun tiba-tiba datang sekelompok orang mencoba menyerang terhadap petani yang sedang bekerja dengan menggunakan senjata tajam, kemudian alm. Sujono datang berniat membantu para petani lainnya untuk menyelamatkan dari penyerangan, sebelum meninggal Sujono sempat dikepung dan pada akhirnya sekelompok orang tersebut menghabisi korban dengan brutal, naas Sujono tidak bisa diselamatkan.

Sekelompok manusia keji itu juga menyeret Sujono dengan kondisi terluka, bersimbah darah dan tak berdaya, di arak-arak ke kampung dengan cara diseret sejau lebih satu kilometer, hingga akhirnya dibuang di pinggir jalan dengan kondisi tidak bernyawa.

Konflik rebutan lahan ini bukan baru ini saja terjadi, tujuan mereka sebenarnya dari dulu ingin merebut lahan PTPN 9 yang sekarang ini lahan sudah coverage ke PTPN 2 Tanjung Morawa, untuk mendongkrak perekonomian petani, lahan tersebut dikelola KSU Mekar Jaya berdiri sekitar 15 tahun lebih.

Namun kami juga tidak tau mengapa alm. Sujono dibunuh dengan cara keji, terlihat pada saat jenazah diantar kerumah duka sekucur tubuhnya penuh dengan luka robek, punggung dan lengan ada lubang seperti bekas tembakan senjata api, mata kanannya tercongkel.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut kliksumut.com yang didampingi salah satu warga dituntun kerumah duka untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut.

“Kami tidak tau persis mengapa alam. Sujono diperlakukan seperti itu, tidak ada tanda-tanda yang aneh, yang kami tau dia sudah tidak pulang kerumah, besoknya dapat kabar beliau sudah meninggal,” sebut Ucok dari pihak keluarga.

Guna mendapatkan informasi lebih dalam lagi pantauan kliksumut.com mengarah Tempat Kejadian Perkara (TKP) namun pihak warga melarang karena situasi belum kondusif, disekitar daerah Pondok persimpangan Jalan Gunung Singgalang kliksumut.com bertemu dengan warga bernama wandi yang menjelaskan kronologi peristiwa tersebut.

BACA JUGA: Sudah 1 Tahun, LBH Medan Minta Janji KPK Dalami Peralihan Lahan PTPN2 ke PT. Ciputra

“Peristiwa itu terjadi sebelum masuk sholat Ashar, motifnya saat ini konflik yang kami tau hanya rebutan lahan, padahal masyarakat disini juga mengetahui kalau selama ini lahan bekas PTPN 9 ini dikelola satu Koperasi Mekar Jaya semua, namun tiba-tiba kenapa mereka mengklaim memiliki hak yang sama untuk bercocok tanam dengan mengatakan memiliki Koperasi Kelompok Tani Golta, perselisihan paham tersebut kerap sering terjadi karena petani Koperasi Kelompok Tani Golta merembet melewati batas wilayah hak tanam, dan merusak tanaman petani Koperasi Mekar Jaya, atas peristiwa inilah dulu pihak Kepolisian dari Polres Binjai sampai mendirikan tenda pos pengamanan dilahan tersebut guna cipta kondisi aman dan kondusif, ternyata ini juga tidak selesai, sepertinya ada yang selalu mendoktrin pemikiran warga kampung Beguldah supaya ribut terus,” kata Wendi.

Dari keterangan warga lainnya, Iqbal juga menjelaskan bahwa informasi yang beredar bahwa para pelaku sudah ditangkap.

“Kami liat diberita lewat handphone, saat ini sebagian para pelakunya sudah ditangkap dan barang buktinya sudah diamankan Pihak Kepolisian dari Polres Binjai,” tutup Iqbal. (KSC)

Pos terkait