KLIKSUMUT.COM | TAPANULI TENGAH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2025 dengan penuh khidmat di Lapangan Sepakbola GOR Pandan, Rabu (1/10/2025). Acara ini mengusung tema nasional “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya” dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat.
Upacara dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 08.30 WIB. Dandim 0211/TT Letkol Inf. Fernando Batubara, S.Sos., M.Han bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup), sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada Kapten Lek Ardian Digjaya.
BACA JUGA: Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober: Simbol Ketangguhan Ideologi Bangsa Melawan Ancaman Komunisme
Bupati Tapteng Masinton Pasaribu dan Wakil Bupati Mahmud Efendi turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, serta berbagai organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan.
Dalam prosesi upacara, Inspektur Upacara membacakan teks Pancasila yang diikuti oleh seluruh peserta. Acara dilanjutkan dengan pembacaan Pembukaan UUD 1945 serta pembacaan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila oleh Wakil Ketua DPRD Tapteng.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat, termasuk ASN, TNI, Polri, pelajar, organisasi wanita, TP PKK, dan tokoh agama, menambah kekhidmatan serta semangat persatuan dalam upacara tersebut.
Makna Hari Kesaktian Pancasila
Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap 1 Oktober sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara dan pemersatu bangsa. Momentum ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga ideologi negara dari berbagai tantangan dan ancaman disintegrasi.
Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Oktober di Indonesia, lahir dari peristiwa kelam Gerakan 30 September (G30S) tahun 1965.
BACA JUGA: Bupati Masinton dan Danlanal Tinjau Lokasi Pos Pantau di Pulau Mursala
Latar Belakang Sejarah Hari Kesaktian Pancasila
Pada malam hari tanggal 30 September 1965, sekelompok militer yang menamakan dirinya Gerakan 30 September (G30S) menculik dan membunuh enam jenderal TNI AD serta satu perwira lainnya. Peristiwa ini dikenal sebagai G30S/PKI, karena diduga berkaitan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).
Gerakan ini dianggap sebagai upaya kudeta untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Sukarno dan menggantikan ideologi negara Pancasila dengan ideologi komunis. Namun, gerakan tersebut berhasil digagalkan oleh TNI, terutama oleh Mayor Jenderal Soeharto yang saat itu menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). (KSC)
REPORTER: Benny Setiawan








