Pemerintah Percepat Rehabilitasi Pascabencana di Sumatra, Fokus pada Hunian, Pangan, dan Ekonomi Masyarakat

Pemerintah Percepat Rehabilitasi Pascabencana di Sumatra, Fokus pada Hunian, Pangan, dan Ekonomi Masyarakat
Rapat Tingkat Menteri di Kantor Kemenko PMK (foto/ist)

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Pemerintah terus mempercepat fase transisi pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Upaya ini bertujuan agar masyarakat terdampak segera kembali ke kehidupan normal sekaligus menggerakkan aktivitas sosial dan ekonomi di daerah terdampak.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menekankan pentingnya percepatan penyaluran stimulan perbaikan rumah bagi warga dengan kategori rusak sedang dan rusak berat. Hal ini disampaikan dalam Rapat Tingkat Menteri di Kantor Kemenko PMK, Jumat (2/1/2026).

“Hunian sementara (huntara) telah disiapkan untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Kami mendorong agar stimulan perbaikan rumah segera dimanfaatkan, sehingga warga dapat kembali ke hunian layak dan aman,” kata Pratikno.

Di sektor pertanian, pemerintah mendorong percepatan rehabilitasi lahan terdampak agar produksi pangan tetap berkelanjutan. Bantuan beras juga disalurkan kepada warga yang tinggal di huntara, didukung kerja sama dengan BULOG dan ID FOOD untuk memastikan pasokan bahan pokok seperti beras, tepung, gula, dan minyak goreng tetap tersedia di pasar rakyat dengan harga stabil.

BACA JUGA: Ekonomi Indonesia 2025 Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global, Pertumbuhan Stabil di Kisaran 5 Persen

Bacaan Lainnya

Pemerintah memprioritaskan pemulihan sarana pendidikan dan penyaluran tunjangan khusus bagi guru dari sekolah terdampak. Sekolah yang rusak total mendapat perhatian khusus agar proses belajar mengajar dapat segera berjalan kembali dengan aman.

Di sektor kesehatan, seluruh rumah sakit umum daerah (RSUD) di wilayah terdampak sudah kembali beroperasi, didukung mobilisasi relawan dan perbaikan operasional ambulans. Puskesmas juga dipulihkan agar layanan kesehatan dasar berfungsi 100 persen.

Bencana berdampak pada sektor kelautan dan nelayan akibat kerusakan sarana penangkapan. Pemerintah menyiapkan program rehabilitasi agar nelayan bisa kembali menjalankan mata pencaharian secara bertahap.

Untuk pemulihan ekonomi masyarakat, pemerintah membentuk posko UMKM untuk mengaktifkan kembali usaha lokal, sekaligus memastikan akses pembiayaan dan pasar melalui kolaborasi pemerintah pusat, daerah, BUMN, dan swasta.

BACA JUGA: Menkeu Purbaya Pastikan Dana Rp268 Miliar Cair untuk Percepatan Pemulihan Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

“Pemulihan pascabencana tidak hanya mengembalikan warga ke hunian mereka, tetapi juga menghidupkan ekonomi daerah. Kami fokus pada supply dan demand agar ekonomi lokal kembali bergerak,” ujar Pratikno.

Rapat koordinasi ini dihadiri jajaran menteri, pimpinan lembaga, dan perwakilan kementerian/lembaga, termasuk Menteri Pertanian, Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Kepala BNPB, dan Wakil Menteri terkait lainnya.

Pratikno menutup rapat dengan menyampaikan apresiasi: “Terima kasih kepada semua pihak yang bekerja tanpa henti. Kita tidak hanya memulihkan Sumatra, tetapi juga membangunnya menjadi lebih baik.” (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait