KLIKSUMUT.COM | TEHRAN – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tehran mengumumkan status Siaga I bagi seluruh wilayah Iran menyusul eskalasi konflik yang kian panas antara Iran dan Israel. Dalam pengumuman resminya pada Rabu (18/6/2025), KBRI juga menyatakan telah menyiapkan rencana evakuasi bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang bersedia meninggalkan negara tersebut.
Melalui akun Instagram resminya @indonesiaintehran, KBRI menyampaikan bahwa situasi keamanan di Iran terus memburuk akibat serangan udara yang terus dilancarkan oleh Israel terhadap berbagai situs penting di Negeri Para Mullah.
BACA JUGA: Israel Terjebak Dua Front Perang: Biaya Konflik Iran-Gaza Capai Ratusan Triliun, Keuangan Negara Tercekik
“Pemerintah Indonesia telah menetapkan status Siaga I bagi Iran. KBRI Tehran akan segera melakukan evakuasi bagi para WNI yang bersedia,” tulis KBRI Tehran dalam unggahan tersebut.
Sebagai langkah konkret, tim KBRI telah membentuk grup WhatsApp di berbagai kawasan strategis di Iran untuk mempermudah penyebaran informasi dan koordinasi evakuasi. WNI diimbau untuk segera bergabung dalam grup tersebut agar tidak tertinggal informasi penting.
Latar Belakang Konflik: Israel-Iran Memanas
Ketegangan antara Israel dan Iran kembali membara sejak serangan mendadak yang dilancarkan Israel pada Jumat pekan lalu. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa serangan tersebut ditujukan untuk menghentikan pengembangan program nuklir Iran, yang oleh Tel Aviv dianggap sebagai ancaman eksistensial karena dituding akan menghasilkan senjata pemusnah massal.
Namun, klaim Israel itu langsung dibantah oleh Iran. Pemerintah Tehran menegaskan bahwa program nuklir mereka hanya digunakan untuk tujuan damai, seperti pembangkit listrik dan riset medis. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal ke beberapa kota utama di Israel, termasuk Tel Aviv dan Haifa, menandai eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak konflik kedua negara mulai mencuat dalam beberapa dekade terakhir.
Trump Desak Iran Dukung Kesepakatan Nuklir Baru
Di tengah memuncaknya konflik, Presiden Amerika Serikat Donald Trump—yang kembali menjabat untuk periode kedua—ikut angkat suara. Trump mendesak Iran untuk menerima proposal kesepakatan nuklir baru yang dirancang oleh Washington. Tujuannya, kata Trump, adalah untuk mendorong deeskalasi dan mencegah konflik meluas yang dapat mengguncang stabilitas kawasan Timur Tengah.
Namun hingga kini belum ada respons resmi dari pihak Iran terkait permintaan tersebut. Sebaliknya, suasana nasional Iran justru semakin bergelora dengan munculnya mobilisasi milisi dan pasukan Garda Revolusi Iran di berbagai titik perbatasan dan kota besar.
WNI Diminta Siaga dan Ikuti Arahan KBRI
KBRI Tehran menegaskan bahwa evakuasi akan difokuskan pada WNI yang bersedia dan telah mendaftar melalui kanal komunikasi resmi yang telah disediakan. Pemerintah Indonesia mengutamakan keselamatan seluruh WNI di Iran, termasuk para pelajar, pekerja migran, dan diaspora Indonesia lainnya.
Masyarakat Indonesia yang memiliki kerabat di Iran diimbau untuk terus menjalin komunikasi dan memantau perkembangan melalui saluran resmi pemerintah, baik melalui Kementerian Luar Negeri RI maupun akun media sosial resmi KBRI Tehran.
Kondisi Iran Kian Tak Menentu
Pantauan terakhir dari beberapa media internasional menunjukkan peningkatan aktivitas militer di sejumlah kota Iran, termasuk Tehran, Qom, dan Mashhad. Sirene peringatan serangan udara telah beberapa kali berbunyi dalam 24 jam terakhir, sementara sejumlah bandara mulai membatasi penerbangan komersial.
Pihak KBRI pun mengimbau WNI untuk menghindari kerumunan, memperbanyak stok logistik darurat, serta selalu siaga jika evakuasi harus dilakukan sewaktu-waktu.
BACA JUGA: Serangan Israel Tewaskan Penasihat Kunci Khamenei, Iran Guncang: Stabilitas Pengambilan Keputusan Terancam
Pentingnya Kesadaran dan Kesiapsiagaan
Pemerintah Indonesia melalui KBRI terus memantau perkembangan dari menit ke menit dan siap menempuh langkah diplomatik lanjutan demi melindungi WNI di kawasan konflik.
Bagi para WNI yang masih berada di Iran, sangat penting untuk mengikuti arahan dan informasi resmi, serta tetap menjaga kewaspadaan di tengah situasi yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. (KSC)








