Biden Akui AS Punya Masalah “Teror di Dalam Negeri”

Biden Akui AS Punya Masalah “Teror di Dalam Negeri”
Anggota tim investigasi dari FBI tampak memeriksa lokasi kejadian perkara tempat berlangsung insiden penembakan di supermarket di Buffalo, New York, pada 16 Mei 2022. (Foto: AP/Matt Rourke).

AS | kliksumut.com Presiden Amerika Serikat Joe Biden, pada Selasa (17/5), mengutuk pengaruh racun supremasi kulit putih, dan mengatakan bangsa Amerika harus menolak kebohongan “racist replacement theory” yang dianut oleh penembak yang membunuh sepuluh warga kulit hitam di sebuah supermarket di Buffalo, New York, pada Sabtu (14/5/2022) lalu.

“Racist replacement theory” adalah sebutan bagi serangkaian kebohongan dan delusi paranoid rasis yang muncul di berbagai belahan dunia dalam satu dekade terakhir ini dilansir kliksumut.com dari voaindonesia.com.

Berbicara di bandara setelah menghabiskan waktu bersama anggota keluarga korban penembakan di Buffalo, Biden mengatakan kepada wartawan bahwa “Amerika memiliki masalah dengan teror di dalam negeri atau teror domestik.”

BACA JUGA: Biden: Jangan ‘Panik,’ COVID akan ‘Banjiri’ Sejumlah RS AS

“Kita sudah memiliki cukup aturan hukum untuk menangani apa yang terjadi sekarang. Kita hanya harus melakukannya, menerapkannya. Yang harus dilakukan negara ini adalah bercermin dan menghadapi kenyataan. Kita punya masalah dengan teror di dalam negeri,” ujar Biden.

“Saya tahu Anda tidak ingin mendengar hal ini dari saya, orang-orang tidak ingin mendengar saya mengatakan hal ini. Mereka bilang, ia (Biden.red) presiden dari Demokrat. Tapi itulah yang dikatakan Komite Intelijen (Senat.red). Itulah yang dikatakan militer sejak lama. Tidak ada yang baru tentang hal ini.”

“Ada banyak orang seperti pembunuh yang melakukan tindakan ini, yang gila, yang rentan pada pengaruh buruk, yang kehilangan arah dan tidak tahu harus berbuat apa. Mereka mudah dipengaruhi, terperosok dalam. Ini harus dihentikan. Kita harus mengakui hal ini. Saya tidak tahu mengapa kita tidak mengakui apa yang sedang terjadi ini,” tambahnya.

Ketika ditanya soal undang-undang kepemilikan senjata api, Biden menjawab “ini akan sangat sulit.. (tapi) saya tidak akan menyerah untuk mengupayakannya.”

Payton Gendron, 18, ditangkap di supermarket di Buffalo beberapa saat setelah melakukan penembakan dan didakwa melakukan pembunuhan. Ia mengaku tidak bersalah.

Presiden Biden kembali menghadapi isu kebencian yang ia anggap sebagai dorongan untuk kembali menjabat di Gedung Putih.

“Replacement theory” adalah ideologi rasis yang telah bergerak dari lingkaran kelompok nasionalis kulit putih ke kelompok arus utama, yang menuduh bahwa orang kulit putih dan pengaruh mereka sedang dengan sengaja “diganti” oleh orang kulit berwarna.

Tulisan-tulisan kebencian tersangka pelaku penembakan di Buffalo menggemakan tulisan-tulisan kelompok supremasi kulit putih, yang pada tahun 2017 unjuk kekuatan di jalan-jalan kota Charlottesville, Virginia, sambil membawa obor.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Presiden AS, Biden Cabut Larangan Tiktok, WeChat

Adegan itu, ujar Biden, mengilhami keputusannya untuk melawan Presiden Donald Trump pada tahun 2020 dan mendorongnya untuk bergabung pada apa yang disebutnya sebagai “pertempuran demi semangat dan roh yang diperjuangkan Amerika.”

Beberapa tahun setelah insiden di Charlottesville, “replacement theory” berpindah dari dunia maya ke arus utama politik sayap kanan.

Menurut jajak pendapat yang dilakukan Associated Press dan NORC Center for Public Affairs Research pada Desember lalu, sepertiga orang dewasa Amerika percaya dengan adanya “sekelompok orang di negara ini yang berupaya menggantikan penduduk asli Amerika dengan imigran yang setuju dengan pandangan politik mereka.”

Tucker Carlon, pembawa acara televisi Fox News yang terkemuka, menuduh Partai Demokrat telah merekayasa migrasi massal untuk mengkonsolidasikan kekuasaan mereka. Acara Carlson secara rutin mendapat peringkat paling tinggi di seluruh TV kabel. Menanggapi kehebohan terkait penembakan di Buffalo dan terungkapnya “replacement theory”, Carlson, pada Senin (16/5) malam, menuduh kelompok liberal berupaya membungkam pesaing-pesaing mereka. (VOA)

Pos terkait