KLIKSUMUT.COM | TAPANULI TENGAH ~ Hujan deras yang mengguyur Tapanuli Tengah pada Rabu (11/2/2026) sore hingga malam, menyebabkan banjir melanda sejumlah kelurahan dan desa. Air sungai meluap dan menggenangi pemukiman warga, memaksa sebagian warga untuk dievakuasi.
Luapan Sungai dan Pemukiman Terendam
Berdasarkan informasi, sejak pukul 18.00 WIB, sejumlah wilayah di Kecamatan Tukka, Barus, dan Sarudik mulai terdampak banjir. Di Kecamatan Tukka, air menggenangi Kelurahan Hutanabolon, Pasar Tukka, serta Aek Tolang Induk di lingkungan 1, 2, 3, dan 4. Banjir juga melanda Kelurahan Sipange di lingkungan 1, 2, 4, dan 5.
Sementara di Kecamatan Barus, Kelurahan Padang Masiang dan Kinali terendam. Di Kecamatan Sarudik, Lingkungan II Kelurahan Pasir Bidang, Kelurahan Eka Satria, dan Lingkungan 8 Kelurahan Sarudik mengalami banjir dengan ketinggian air mencapai hampir satu meter.
BACA JUGA: Banjir Kembali Rendam Sejumlah Wilayah di Tapteng, Warga Mengungsi
Warga Pardagangan meminta segera dievakuasi ketika air sudah mencapai satu meter pada pukul 19.39 WIB. Di Kelurahan Pondok Batu, simpang lingkungan I terkena banjir dengan ketinggian air sekitar 40 cm, sedangkan jembatan di kelurahan setempat mengalami peningkatan debit sungai hingga diperkirakan 4 meter.
Infrastruktur Terdampak, Warga Kesulitan
Banjir juga menyebabkan sejumlah fasilitas terganggu. Jembatan darurat menuju Desa Sibio Bio, Kecamatan Sibabangun hanyut terbawa arus. Beberapa wilayah mengalami pemadaman listrik, termasuk Kecamatan Tukka, Desa Simaninggir di Kecamatan Sitahuis, dan Jalan Baru Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Pandan.
Di Kelurahan Aek Tolang, Kecamatan Pandan, banjir telah memasuki rumah warga di lingkungan 1 dan 4 pada pukul 20.30 WIB. Di Sibuluan Tugu Ikan, air mulai masuk ke rumah warga pada pukul 20.33 WIB. Warga di Lopian, Kecamatan Badiri, membutuhkan perahu karet untuk evakuasi karena ketinggian air yang membahayakan.
BACA JUGA: Sungai Aek Doras Meluap, Warga Sibolga dan Tapteng Waspadai Banjir Susulan
Kayu dan Material Terhambat di Sungai
Banjir juga menyebabkan kayu dan material hanyut dan tersangkut di jembatan. Di jembatan Jalan St. Z. Tampubolon, yang menghubungkan Kelurahan Aek Tolang Induk dan Kelurahan Aek Tolak, banyak kayu tertahan, memperlambat aliran sungai dan meningkatkan risiko banjir lebih lanjut.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengutamakan keselamatan, serta mengikuti arahan pemerintah setempat terkait evakuasi. (KSC)
REPORTER: Benny Setiawan








