Antonius Minta Loyalitas Mengajar Guru Harus Kembali Seperti Tahun 80-an

Antonius Minta Loyalitas Mengajar Guru Harus Kembali Seperti Tahun 80-an
Wakil Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kota Medan Antonius Devolis Tumanggor S.Sos

“Tapi kalau dulu, di era tahun 80-an sampai 90-an, anak-anak petani dari kampung bisa lulus ke perguruan tinggi negeri favorit. Karena mereka sudah dibekali guru yang cerdas secara ilmu pengetahuan. Bahkan saking loyalnya guru zaman dahulu mengajar, para murid yang akan ujian akhir kelas 6 SD, kelas 3 SMP dan SMA belajar tambahan di sore hari. Agar pada ujian akhir yang dulu namanya Ebtanas (Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional) bisa lulus semua dan masuk perguruan tinggi negeri. Dulu ada lagu tentang guru ditayangkan di TVRI yang liriknya: Kita bisa pintar dibimbing bu guru, kita bisa pandai dibimbing pak guru. Tapi kalau sekarang, murid bisa pintar kebanyakan karena tentor Bimbelnya,” ungkap Antonius.

Untuk itu, dia sangat berharap citra mengajar para guru dikembalikan seperti semula. Apalagi para guru sekarang ada yang dapat dana sertifikasi guru jika jam belajarnya banyak. Jika dibanding guru di era Orde Baru tanpa ada gaji tambahan tapi sangat loyal mengajar. Pengabdian itulah yang diharapkan Antonius hendaknya dijunjung tinggi para guru sekarang.

Bacaan Lainnya

BACA  JUGA: Gubernur Teken MoU dengan Lima Perguruan Tinggi

“Kepada pemerintah juga kita harapkan kesejahteraan guru lebih ditingkatkan, terlebih mereka yang PNS supaya mereka juga mendapat Tambahan Perbaikan Penghasilan (TPP). Karena semua PNS non guru mendapat TPP. Meski guru sudah mendapat dana sertifikasi, hendaknya TPP juga mereka dapat, karena tugas sebagai pendidik cukup berat, menyita waktu yang banyak juga memeras pikiran. Pemerintah juga harus meniadakan hukuman bagi guru yang memukul muridnya. Karena, salah satu faktor murid zaman dahulu adalah segan kepada guru, jika ketahuan sama orang tua dipukul guru di sekolah, malah orangtua menambah pukulan tersebut. Kalau sekarang, murid dipukul, orang tua langsung melapor ke polisi, mungkin itu salah satu faktor kenapa para guru enggan mengajar serius. Selamat hari guru, hormat saya kepada guru,” tuturnya. (Alian)

Pos terkait