KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus mempercepat pembangunan infrastruktur. Melalui Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya, tiga paket proyek peningkatan struktur jalan di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) kini resmi memasuki tahap pelaksanaan.
Berdasarkan data dari laman LPSE Sumut per Kamis (9/4/2026), total anggaran yang digelontorkan untuk ketiga proyek tersebut mencapai Rp238,8 miliar, yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026.
BACA JUGA: Genjot Ekonomi Desa, Pemprov Sumut Dorong BUMDes Naik Kelas Lewat Pelatihan dan Klinik Usaha
Adapun tiga ruas jalan yang menjadi fokus pembangunan meliputi:
– Ruas Sipiongot – Batas Tapanuli Selatan (Tolang) dengan pagu anggaran Rp72 miliar
– Ruas Sipiongot – Batas Labuhanbatu dengan pagu anggaran Rp96 miliar
– Ruas Hutaimbaru – Sipiongot dengan pagu anggaran Rp70,8 miliar
Ketiga proyek ini dinilai strategis karena menghubungkan wilayah-wilayah penting serta mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang di kawasan tersebut.
Seluruh paket pekerjaan telah melalui proses tender dan kini memasuki tahap penetapan pemenang.
Untuk dua paket besar, yakni ruas Sipiongot–Batas Tapanuli Selatan (Tolang) dan Sipiongot–Batas Labuhanbatu, dimenangkan oleh PT Sumatera Pioneer Building Material.
Sementara itu, proyek ruas Hutaimbaru–Sipiongot dimenangkan oleh PT Zhafiara Tetap Jaya.
Nilai kontrak dari hasil tender diketahui berada sedikit di bawah Harga Perkiraan Sendiri (HPS), menunjukkan efisiensi dalam proses pengadaan tanpa mengurangi kualitas pekerjaan yang direncanakan.
Pembangunan infrastruktur jalan ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Padang Lawas Utara dan sekitarnya.
BACA JUGA: Perjalanan Band Alternatif Rock 90-an yang Bangkit dari Eksperimen hingga Vakum
Dengan akses jalan yang lebih baik, aktivitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, serta konektivitas antarwilayah diprediksi akan meningkat secara signifikan.
Pemprov Sumut menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di daerah-daerah yang memiliki potensi ekonomi besar namun masih terkendala infrastruktur. (KSC)





