KLIKSUMUT.COM | MEDAN ~ Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menargetkan kedatangan 300–360 ribu wisatawan mancanegara pada 2025. Namun, Dinas Pariwisata Sumut belum menyusun target untuk 2026 dan tidak memiliki calendar of event (CoE). Kondisi ini membuat strategi promosi pariwisata Sumut terlihat berjalan tanpa peta yang jelas. Tak ubah seperti “blusukan” tanpa arah.
Sekretaris Dinas Pariwisata Sumut, Ibnu Akbar, melalui staf Bidang Pemasaran, Nisa, menyampaikan bahwa pencapaian target wisman akan tercapai melalui penyelenggaraan event nasional dan internasional.
“Misalnya, F1 H2O dan Aquabike,” ujar Nisa singkat.
BACA JUGA: Event Trail of The Kings 2025 Berlangsung di Danau Toba, Kenalkan Pariwisata Sumut ke Seluruh Dunia
Meski begitu, ketiadaan kalender resmi membuat masyarakat, pelaku wisata, dan media sulit mengakses jadwal secara pasti. Akibatny, rencana perjalanan wisatawan menjadi terganggu.
Event Prioritas Masih Minim
Dinas Pariwisata Sumut menyebutkan, event yang lolos kurasi Karisma Event Nusantara (KEN) dari Kemenparekraf sebagai prioritas di antaranya Gelar Melayu Serumpun-Medan, dan Festival Aikula-Nias Barat.
Demikian juga event Maniau Moloves & Nias Selatan, Festival Bunga dan Buah-Karo. Namun, jumlah festival yang disampaikan harus dikoreksi karena data internal tidak tepat, memperkuat kesan tata kelola event belum rapi.
Sumut Masih Mengikuti Program Pusat
Alih-alih memiliki strategi mandiri, Dinas Pariwisata Sumut tampak hanya mengikuti program pusat. Tanpa pembenahan mendasar, target wisatawan mancanegara hanya akan menjadi angka yang berulang setiap paparan, tanpa tercipta lompatan nyata dalam pengembangan pariwisata daerah. (KSC)








