KLIKSUMUT.COM | SIMALUNGUN – Harapan masyarakat Desa Sipolha dan Sihaporas untuk mendapatkan pekerjaan melalui kegiatan panen dan penanaman tanaman eukaliptus bersama PT Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) kembali terganggu. Aksi anarkis sekelompok orang di areal konsesi perusahaan di Sektor Aek Nauli, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, menyebabkan kegiatan panen terhenti, Senin (22/9/2025).
Sekitar pukul 08.30 WIB, saat rombongan pekerja hendak memulai aktivitas, mereka dihadang oleh kelompok tersebut yang melakukan pelemparan batu, memblokade jalan dengan kayu gelondongan, dan membakar dua unit kendaraan operasional perusahaan. Akibat kejadian ini, lima orang mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke RSUD Parapat untuk mendapatkan perawatan medis.
Dampak Serangan Anarkis: Luka-Luka dan Kerusakan Material
Korban luka-luka terdiri dari Rocky Tarihoran (karyawan Humas TPL), tiga petugas keamanan, serta seorang anggota mitra perusahaan. Dua kendaraan operasional, yakni mobil patroli security dan truk fire safety, juga mengalami kerusakan berat akibat dibakar. Perusahaan telah melaporkan insiden ini kepada aparat penegak hukum untuk proses penyelidikan dan penindakan.
TPL Fasilitasi Lapangan Kerja untuk Warga Sipolha dan Sihaporas
Sebelumnya, warga dua desa ini telah menunggu lama untuk kembali terlibat dalam kegiatan panen dan penanaman eukaliptus sebagai sumber penghidupan utama. PT TPL menyambut aspirasi ini dengan memberikan kesempatan langsung kepada masyarakat untuk bekerja dalam operasional panen yang sudah dijadwalkan.
BACA JUGA: HUT KLIKSUMUT.COM ke-9: Tetap Eksis dan Konsisten Sebagai Media Independen
Rikkot Damanik, Ketua Aliansi Sipolha Sihaporas (ASS), menyatakan, “Kami sangat berharap kegiatan ini berjalan lancar tanpa gangguan agar warga dapat bekerja dan mendapatkan penghasilan untuk keluarga mereka.”
Sosialisasi dan Komitmen TPL pada Masyarakat dan Pemerintah
TPL menegaskan bahwa semua aktivitas operasional sudah mendapatkan izin resmi dari pemerintah dan dilakukan dengan koordinasi yang baik bersama masyarakat serta Pemerintah Kabupaten Simalungun. Salomo Sitohang, Corporate Communication Head TPL, menekankan bahwa kehadiran masyarakat dalam kegiatan panen juga membuka peluang kerja nyata dan mendukung kesejahteraan lokal.
Bantahan TPL Terhadap Informasi Menyesatkan
Menanggapi tudingan dari KSPPM dan AMAN, TPL membantah keras informasi yang dianggap tidak benar dan menyesatkan. Salomo menegaskan bahwa aksi anarkis yang terjadi justru mengganggu masyarakat lokal yang ingin bekerja dan keselamatan pekerja yang beraktivitas.
BACA JUGA: Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Asahan Ikuti Rakornas 2025, Penguatan Peran Posyandu
Komitmen TPL: Mendukung Pemberdayaan Masyarakat dan Menolak Kekerasan
Untuk tahun 2025, TPL fokus pada pemanenan di wilayah konsesi Sektor Aek Nauli sesuai peraturan pemerintah. Selain menyediakan lapangan kerja, perusahaan juga menjalankan program Community Development (CD) dan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha desa dan praktik pertanian berkelanjutan.
“Kami berkomitmen mengedepankan dialog dan solusi damai untuk mengatasi tantangan sosial, serta menolak segala bentuk kekerasan yang merugikan masyarakat dan perusahaan,” tutup Salomo. (KSC)








