Akses Tabagsel Terancam Putus! Jalan Nasional di Sipirok Longsor Parah, Bupati Tapsel Langsung Turun ke Lokasi

Akses Tabagsel Terancam Putus! Jalan Nasional di Sipirok Longsor Parah, Bupati Tapsel Langsung Turun ke Lokasi
Jalan nasional di kawasan Dusun Pengkolan, Desa Luat Lombang, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), amblas sepanjang 20 meter. (kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | TAPANULI SELATAN – Jalan nasional di kawasan Dusun Pengkolan, Desa Luat Lombang, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), mengalami longsor parah sepanjang 20 meter, Rabu (24/9/2025). Longsor ini mengancam terputusnya jalur utama penghubung Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) dengan Kota Medan.

Mengetahui kondisi genting tersebut, Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, langsung turun ke lokasi tak lama setelah tiba dari Jakarta. Ia menyebut, bencana ini harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat karena menyangkut konektivitas vital dan ekonomi masyarakat Tabagsel.

“Saya khawatir betul akses bisa putus total. Ini satu-satunya konektivitas utama Tabagsel. Kalau terputus, kendaraan dari Padangsidimpuan atau Madina ke Medan harus memutar lewat Labuhan Batu, tambah 100 km dan 2 jam perjalanan. Kerugian ekonomi bisa sangat besar,” tegas Gus Irawan saat meninjau lokasi.

Menariknya, sehari sebelum peristiwa longsor terjadi, Gus Irawan telah berkoordinasi dengan Pimpinan Komisi V DPR RI, Andi Iwan Daras dari Fraksi Gerindra. Ia meminta agar Kementerian PUPR memberi perhatian khusus terhadap kondisi jalan nasional di Tabagsel, khususnya di wilayah Tapsel.

BACA JUGA: Inspektorat: Tidak Hanya Diskop dan UKM, Hampir Semua OPD Pemprov Sumut Terindikasi Terlibat Judi Online

“Saya sudah meminta beliau untuk menyampaikan ke mitra kerjanya di Kementerian PU. Jalan-jalan nasional di Tabagsel, terutama di Tapsel, butuh perhatian lebih,” ujar Gus Irawan.

Gus Irawan juga menyoroti ketimpangan infrastruktur antar daerah. Menurutnya, kualitas jalan nasional di Tapsel dan Tabagsel secara keseluruhan tertinggal jauh dibandingkan kabupaten tetangga seperti Tapanuli Utara (Taput).

“Beberapa pengamat pernah menyebut, Tabagsel ini seperti dianaktirikan. Nah, baru saja kemarin kami berbicara soal ini, sore harinya langsung terjadi longsor di sini,” tambahnya.

Bacaan Lainnya

Meski mengapresiasi kerja Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumut yang telah aktif bekerja di kawasan Batu Jomba sejak Agustus 2025, Gus Irawan menegaskan bahwa aspek mitigasi bencana tidak boleh diabaikan, terlebih karena September sudah memasuki musim penghujan.

“Mitigasi penting, bukan hanya perbaikan saat bencana terjadi. Kita tahu, musim hujan di daerah ini rawan longsor. Perlu antisipasi lebih dini,” pungkasnya.

BACA JUGA: Bupati Tapteng Ultimatum Perkebunan Swasta Terapkan Kebun Plasma dalam Waktu Sepekan

Jika jalan nasional di Sipirok ini benar-benar terputus total, maka akses transportasi dan distribusi logistik dari Tabagsel ke Medan akan lumpuh. Warga harus memutar rute sejauh lebih dari 100 kilometer, yang otomatis berdampak pada biaya ekonomi, harga barang, dan waktu tempuh.

Pemkab Tapanuli Selatan kini tengah berkoordinasi dengan BBPJN Sumut serta Pemerintah Pusat untuk langkah penanganan darurat. (KSC)

Pos terkait