KLIKSUMUT.COM | LANGKAT – Tiga hari berada di pengungsian, sebanyak 1.832 Kepala Keluarga (KK) seluruhnya kini telah pulang kerumahnya masing masing, untuk menata dan membersihkan rumah mereka, dampak bencana banjir yang menggenangi rumah mereka setinggi 1 sampai 1,5 meter, Rabu (13/10/2026).
Tanggap darurat bencana banjir Camat Besitang Restra Yudha, S.IP., langsung mengintruksikan Kasi Trantib (Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban) Immanuel Tarigan. S.sos untuk mengoordinasikan seluruh kegiatan di lapangan, melakukan evaluasi berkala, serta menyusun dan menyampaikan laporan hasil pelaksanaan tersebut secara berkala.
Dari laporan yang di sampaikan Kasi Trantib Immanuel Tarigan kepada Kliksumut.com tercatat seluruh pengungsi yang berada di 15 posko telah kembali ke rumah masing-masing untuk memulai proses pembersihan sisa material lumpur”, ujarnya.
BACA JUGA: Sah! Plt Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti Tunjuk Tengku Reza Jadi Pj Kades Tapak Kuda
Kekhawatiran masyarakat pengungsi di lima Desa, khususnya Desa Skoci pasca-banjir luapan air sungai yang sangat terdampak akan terjadi banjir susulan yang disebabkan kondisi hulu akibat dugaan exploitasi hulu yang sudah tidak memiliki resapan air lagi. mengingat
wilayah hilir ini dalam catatan BNP dan BPBD Kabupaten Langkat status tanggap darurat bencana, menyusul peringatan Level Siaga cuaca dari BMKG, tambah Kepala BPBD Kabupaten Langkat, Muhammad Ansyari, M.Kes
Data Riil Dampak Banjir Besitang
Berdasarkan data rekapitulasi lapangan per 12 Oktober 2026, yang di berikan Immanuel Tarigan kepada Kliksumut.com terdata total warga yang terdampak banjir luapan Sungai Besitang mencapai 2.931 KK.
Dari jumlah tersebut, sekitar 62,5 persen atau 1.832 KK terpaksa mengungsi ke posko darurat.
Berikut rincian sebaran wilayah terdampak di Kecamatan Besitang:
• Desa Sekoci: 719 KK terdampak, 270 KK mengungsi (Ketinggian air sempat mencapai 100–150 cm).
• Bukit Kubu: 795 KK terdampak, 724 KK mengungsi (Titik pengungsian terbesar di Masjid Raya/Kerabat).
• Kampung Lama: 503 KK terdampak, 503 KK mengungsi (100 persen penduduk mengungsi).
• Desa Bukit Mas: 522 KK terdampak, 134 KK mengungsi.
• Pekan Besitang: 392 KK terdampak, 201 KK mengungsi.
Secara geografis, wilayah Desa Sekoci dan sekitarnya berada di dataran rendah Daerah Aliran Sungai (DAS) Besitang yang memiliki luas 748,03 km², atau hampir tiga kali lipat dari luas Kota Medan. Faktor hulu ini yang menyebabkan wilayah bantaran sungai tersebut ditetapkan statusnya “Desa Kondisi Kerawanan” dari pihak BPBD
Logistik Masih Mengalir, Posko Sarapan Tetap Buka
Immanuel Tarigan, S.Sos., juga menyebutkan pemerintah daerah bersama berbagai elemen terus menyalurkan bantuan logistik dan menyiagakan koordinasi lintas sektor hingga situasi pulih total.
Sejumlah instansi dan elemen masyarakat yang terlibat yakni;
1. Dinas Sosial Kabupaten Langkat: Menyalurkan paket sembako, bantuan sandang anak dan dewasa, makanan siap saji, terpal, serta selimut.
2. BPBD Kabupaten Langkat: Menurunkan paket sembako dan mengoperasikan penuh mobil dapur umum lapangan.
3. Anggota DPRD Kabupaten Langkat.
4. Sektor Swasta: Kontribusi dari sejumlah perusahaan lokal yang beroperasi di wilayah Besitang.
5. Lembaga Sosial & Ormas: Melalui program pangan “Nasi Umat”.
6. BKM Masjid Raya: Paket sembako.
7. SPPG Kelurahan Kampung Lama.
BACA JUGA: Konflik Lahan Langkat: Adil Putra Tuding Pejabat, Oposisi Persoalkan Rekam Jejak Korupsi Keluarga
“Hingga Selasa siang, pendistribusian logistik masih terus berjalan. Beberapa titik posko lapangan sengaja tetap dibuka khusus untuk memfasilitasi penyediaan sarapan pagi bagi warga yang sedang membersihkan rumah,” ujar Immanuel Tarigan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti, SH, memastikan koordinasi lintas sektor antara BPBD, Dinas Sosial, pihak kecamatan, dan tim medis akan terus disiagakan di lokasi bencana sampai situasi pulih total.
”Pada Selasa siang, Posko Utama menjadwalkan koordinasi lanjutan dengan para Kepala Desa dan Lurah untuk mengevaluasi ketersediaan stok logistik,”pungkas Kasi Trantib Immanuel Tarigan, S.Sos. (KSC)
Reporter: Dody Ariandi








